Pakar: Semakin Banyak Orang Divaksinasi Akan Semakin Longgar Aturan Pembatasan Terkait COVID

Pakar: Semakin Banyak Orang Divaksinasi Akan Semakin Longgar Aturan Pembatasan Terkait COVID
Untuk mencegah lockdown lagi, pakar mengatakan harus ada tingkat vaksinasi yang tinggi, kepatuhan terhadap aturan dan sistem pelacakan kasus yang bagus. (AAP: James Ross)

Epidemiolog Burnet Institute, Mike Toole mengatakan lockdown akan terus diterapkan sampai tingkat vaksinasi meningkat dan kebocoran dalam sistem hotel karantina diperbaiki.

"Sejak bulan November, kita melihat rata-rata satu kebocoran dari hotel karantina setiap 11 hari, dan itu terus berlanjut," katanya.

"Itu akan terus terjadi."

Menurut data Departemen Kesehatan Australia, sekitar 5,2 juta dosis vaksin sudah disuntikkan di seluruh Australia sampai hari ini.

Australia sudah memesan dosis vaksin tambahan jenis Pfizer dan Modern.

Moderna belum mendapat persetujuan untuk digunakan di Australia, namun sebagian besar vaksin ini akan datang di akhir tahun 2021.

Dengan jadwal waktu seperti ini ditambah masa 12 minggu antara dosis pertama dan dosis kedua untuk vaksin AstraZeneca, Professor Toole, mengatakan Australia akan tetap sulit dihindari dari lockdown di masa depan.,

"Dalam masa itu (sekitar 4-5 bulan), kita akan mungkin menghadapi sedikitnya 10 kebocoran dari hotel karantina, lockdown dan penutupan perbatasan antar negara bagian," katanya.

Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan Australia akan sulit mencapai 'herd immunity' atau kekebalan tubuh karena sejumlah hal

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News