Teroris di Banten

Pandeglang Hanya Tempat Istirahat, Target Sebenarnya...

Pandeglang Hanya Tempat Istirahat, Target Sebenarnya...
Aparat mengunakan senjata menjaga lokasi kejadian penangkapan terduga teroris dikawasan Pabrik Semen Merah Putih, Kepuh, Ciwandan, Cilegon, Kamis (23/3). Belum diketahui teroris berasal dari jaringan mana, namun Densus 88 mengamankan 3 terduga teroris dan salah satu nya tewas usai baku tambak terlebih dahulu. Ilustrasi by: Doni Kurniawan/Banten Raya

Meskipun demikian, tambah Ary, kepolisian Pandeglang terus mengontrol keberadaan keluarga dan lingkungan tersebut agar tetap kondusif.

“Untuk berjaga-jaga agar masyarakat juga tak menghina keluarga yang ditangkap Densus, kami sudah himbau warga sekitar untuk tak menghina atau melakukan tindakan yang gak menyenangkan. Sebab yang teroris kan hanya yang ditangkap sementara keluarganya tidak mengetahui,” ucapnya.

Ary sendiri menilai wilayah Pandeglang masih menjadi wilayah yang aman untuk lokasi para teroris. Hal itu dikarenakan secara geografis Pandeglang sangat strategis untuk persembunyian dan aktifitas para teroris. Banyak wilayah terpencil dan juga masyarakatnya cenderung apatis terhadap warga pendatang.

“Terutama yang sangat potensial ialah wilayah bagian Selatan Pandeglang. Karena di sana banyak perbukitan dan warganya cenderung apatis terhadap pendatang,” ujarnya

Menurut Ary, para teroris menggunakan wilayah Pandeglang sebagai tempat istirahat dan melakukan perencanaan aksi.

“Para teroris itu menempati Pandeglang hanya untuk tempat tinggal sementara. Jadi kalau target operasinya ada di luar Banten seperti di Jakarta, di Bali atau daerah lainya. Saat ini target utama mereka kan kepolisian, karena mereka menganggap Polisi adalah Thogut, seperti terjadi ahir-ahir ini mereka mengebom kantor kepolisian,” ujarnya. (Ade F)


Dua terduga teroris, yang diamankan kemarin malam oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 di Labuan dan Cisata Kabupaten Pandeglang, Banten merupakan warga


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News