Pangdam Nyoman Soroti Ketahanan Masyarakat Adat Papua Barat

Pangdam Nyoman Soroti Ketahanan Masyarakat Adat Papua Barat
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat memberikan materi dalam acara diskusi yang mengusung tema mengawal Otonomi Khusus (Otsus) dalam bingkai NKRI demi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat, di Swiss Bell Hotel Manokwari, Kamis (28/10). Foto: Dok. Pendam XVIII/Kasuari

Menurut Nyoman, peran adat di bidang ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam) yang ada saat ini di Indonesia adalah Pancasila, sehingga harus dijunjung tinggi termasuk di Papua Barat.

“(Peran adat, red) sebagai suatu kebiasaan orang Papua harus adaptif, jangan statis dan harus dijaga. Adat sebagai perantara antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkap Nyoman.

Nyoman menegaskan harus ada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sehingga bisa membangun tanah Papua.

Adapun, peran LMA adalah membantu pemerintah dalam pembangunan sebagai mitra alat kontrol meningkatkan partisipasi menjaga persatuan dan kesatuan.

“Jangan lupa, kita punya adat dan budaya serta tradisi. Tradisi itu sesuatu yang sudah diuji kebenarannya dari para leluhur kita, tinggal melanjutkan,” kata Nyoman

Sebagai Pangdam, dia mengatakan salah satu tugas dalam operasi militer selain perang adalah membantu pemerintah daerah dengan mengangkat adat.

“Saya tidak ingin adat budaya yang ada di tanah Papua ini menjadi hilang,” tegas Nyoman.

Pangdam berharap melalui LMA dan dewan adat Papua bisa membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan ketahanan masyarakat adat Papua saat ini harus dijaga, karena adanya pengaruh luar budaya asing

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News