Pangkalan Udara Adisutjipto, Kawah Candradimuka Penerbang TNI-AU

Gagal Sejam Pelajaran, Langsung Out

Pangkalan Udara Adisutjipto, Kawah Candradimuka Penerbang TNI-AU
Komandan Skuadron Pendidikan 104 Mayor (pnb) Indan Gilang Boldansyah di Lanud Adisucipto (30 Juni 2011). Foto : Ridlwan/ Jawa Pos
Dalam hitungan detik setelah komunikasi mereka, dua pesawat itu pun langsung bermanuver. Mereka memutar lebih dulu ke angkasa. Lalu, dengan kecepatan tinggi, dua pesawat tersebut saling melaju seakan-akan hendak bertabrakan.

Jarak semakin dekat, sepuluh meter, lima meter, dan wush" keduanya bersilang dengan jarak yang sangat presisi. Para penonton di darat menahan napas sejenak, lalu bertepuk tangan.

"Bravo... bravo... sukses," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Bambang Samudro yang ikut mengawasi dari darat. Dua pesawat itu adalah bagian dari tim Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang menjadi andalan utama korps TNI-AU. Dalam setiap acara besar TNI, JAT tampil. Dokumentasi atraksi mendebarkan jantung ala JAT juga bisa dilihat di situs YouTube.

Para penerbang JAT menggunakan pesawat KT-1 Wong Bee dari Korea Selatan. Selain menjadi pilot akrobatik, mereka adalah para instruktur penerbang yang bermarkas di Wing Pendidikan Terbang Pangkalan Udara TNI-AU Adisutjipto.

TIDAK setiap lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) otomatis langsung bisa menerbangkan pesawat. Calon-calon "Gatotkaca" itu harus menempuh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News