Panglima TNI Hadi Tjahjanto Bicara Blak-blakan di Papua, Simak Kalimatnya

Panglima TNI Hadi Tjahjanto Bicara Blak-blakan di Papua, Simak Kalimatnya
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengepalkan tangan untuk mengajak tokoh agama di Papua dan Papua Barat terus merajut kerukunan dalam acara silaturahmi di Hotel Suni Garden Lake, Sentani, Jayapura, Papua, Jumat. (ANTARA/ HO-Puspenad)

jpnn.com, JAYAPURA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto blak-blakan soal pengaturan nada dering notifikasi pesan WhatsApp (WA) khusus untuk Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk.

Hal itu diungkapkan Panglima Hadi saat berkunjung ke Sentani, Jayapura, Papua pada Jumat (8/1).

"Saya terus terang, khusus untuk pendeta Lipius, handphone saya itu warning-nya kalau yang WA dia (pendeta Lipiyus-red), saya bedakan dengan yang lain," ungkap Marsekal Hadi saat kegiatan silaturahmi Tokoh Agama se-Provinsi Papua dan Papua Barat di Hotel Suni Garden Lake, Sentani.

"Kalau yang lain standar iPhone, tetapi kalau pendeta Lipiyus kirim WA, bunyi (dering)-nya Wa...Wa...Wa," lanjut Hadi Tjahjanto.

Pria berkumis kelahiran Malang, 8 November 1963 itu mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai para pendeta, pastor, dan pemuka agama di Tanah Papua.

Panglima Hadi menyadari kalau ingin menggalakkan pembangunan di Tanah Papua, maka haruslah dipupuk dulu persatuan dari para pemuka agama setempat.

"Karena kalau sudah pemuka agama yang bicara, tidak akan ada umat yang melanggar. Pasti akan mengikuti," tegas Panglima TNI.

Mengingat peran sentral yang dimiliki para pemuka agama bagi Papua dan Papua Barat, maka Panglima TNI Hadi Tjahjanto merasa harus melindungi kesehatan mereka.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi Papua bersama Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, kemarin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News