Panpel Arema FC jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan: Saya Takut Siksa Allah

Panpel Arema FC jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan: Saya Takut Siksa Allah
Gate atau Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. Konon di lokasi ini ditemukan banyak Aremania yang meninggal. Foto: Ridho Abdullah/JPNN

jpnn.com, MALANG - Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Salah satu tersangka ialah Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris.

Haris mengaku ikhlas dan menerima penetapan sebagai tersangka dan menyatakan siap untuk bertanggung jawab.

"Kalau saya dijadikan tersangka, saya pun siap menerima, saya ikhlas. Tanggung jawab ini saya pikul, atas nama kemanusiaan. Saya takut siksa Allah daripada siksa dunia. Tidak apa-apa kalau memang ini adalah takdir saya, musibah yang saya hadapi," kata Haris dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Haris menjelaskan dunia sepak bola selalu menjunjung tinggi sportifitas, yang berarti mampu dan siap untuk mengakui kesalahan yang terjadi.

Secara moral, Haris menyatakan siap bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya atas tragedi tersebut.

"Ini adalah kesalahan saya. Saya sebagai ketua panpel tidak bisa menyelamatkan, tidak bisa melindungi suporter. Secara moral saya siap dan saya akan mengikuti proses hukum dengan segala risiko yang saya hadapi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Haris juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut.

Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Salah satunya panpel Arema FC.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News