Pansus Jiwasraya Dianggap Kontradiktif

Pansus Jiwasraya Dianggap Kontradiktif
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: Ricardo/JPNN.com

Selain itu, BPK juga sedang memantau General Manager Keuangan dan Produksi Jiwasraya Syahmirwan dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Agustin Widhiastuti dalam dugaan korupsi ini.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menilai upaya politisasi terhadap kasus Jiwasraya berisiko menggagalkan perjuangan untuk mendapatkan investor dalam rangka menyelamatkan perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

"Kalau nanti kasus Jiwasraya ini diributkan dan diarahkan melebar ke mana-mana, dikhawatirkan perjuangan Kementerian BUMN untuk mencari investor bagi Jiwasraya berujung kegagalan," ujar Arya.

Menurut Arya, proses pencarian investor bagi penyehatan Jiwasraya sendiri dalam tahap uji tuntas atau "due diligence" sehingga publik diminta bersabar menunggu dan sesuai dengan perkiraan Kementerian BUMN sekitar kuartal pertama atau kedua investor diharapkan bisa masuk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan segera menindaklanjuti formula yang sudah disiapkan untuk menyehatkan Jiwasraya usai Badan Pemeriksa Keuangan mengumumkan hasil temuan atas perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Menurut Erick, apa yang sedang dilaksanakan oleh BPK bersama Kejaksaan sudah sejalan dengan koordinasi yang telah dilakukan bersama. (antara/jpnn)

Indef menilai wacana pembentukan Pansus Jiwasraya, yang tengah digulirkan di DPR RI, justru kontradiktif.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News