Pantau PSBB, Waze Menggandeng Berbagai Kota di Indonesia

Pantau PSBB, Waze Menggandeng Berbagai Kota di Indonesia
Ilustrasi penggunaan aplikasi Waze. Foto: Ist

Data ini termasuk informasi mengenai penurunan tingkat kemacetan dan beberapa area yang ditutup jalannya.

Selain itu, JSC menggunakan Waze for Cities Data untuk mengevaluasi kebijakan lalu lintas Ganjil-Genap Jakarta, membantu memonitor titik-titik kemacetan dinas perhubungan secara semi-automasi, dan menemukan rute yang tidak dijangkau oleh jaringan MRT.

Dengan melakukan hal itu, JSC bisa mengidentifikasi dan merekomendasikan daerah-daerah yang perlu dijangkau oleh TransJakarta atau transportasi umum lainnya, sekaligus memaksimalkan pilihan transportasi umum yang aman selama pandemi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji menjelaskan Waze for Cities Data membantu pihaknya menanggapi masalah dengan cepat dan membuat keputusan di saat krisis.

"Kami melihat bahwa platform ini akan terus berguna bagi perencanaan kami kedepannya. Setiap kali kami menemukan lubang jalan dan titik banjir, kami dapat langsung memberitahu pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut," tuturnya.

Dia melanjutkan sebelum menggunakan data Waze, dia harus mengerahkan petugas di lapangan untuk memantau secara manual dengan menghitung volume kendaraan di jalan dan memeriksa CCTV.

"Sejak kami menjadi mitra Waze for Cities Data pada Juli tahun lalu, memantau lalu lintas menjadi jauh lebih mudah dan nyaman," ungkapnya. (mg9/jpnn)

Data dari Waze digunakan untuk mengevaluasi kebijakan PSBB yang dipaparkan langsung kepada kepala daerah.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News