Para Ahli Ingatkan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global

Para Ahli Ingatkan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global
Jumpa pers The Summary of Policymakers of the Special Report on Global Warming of 1.50C (SR15) di Jakarta. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Upaya membatasi pemanasan global kurang dari 1.50C membutuhkan perubahan nyata pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal ini tentunya berimplikasi pada strategi nasional implementasi NDC Indonesia. Hal ini dikatakan Mahawan Karuniasa, Ketua Umum Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia Network) dalam jumpa pers The Summary of Policymakers Special Report on Global Warming of 1.50C (SR15) di Jakarta.

Mahawan menyatakan berbagai perbedaan tingkat transisi hutan, karakteristik ekologis antarpulau, disparitas, ekonomi antarwilayah, dan perbedaan kondisi demografi serta dampaknya pada lingkungan, seperti kebutuhan air, pangan, dan energi, perlu menjadi pertimbangan dalam menerjemahkan hasil the Special Report on Global Warming of 1.50C (SR15) di tingkat nasional maupu subnasional.

"Berdasarkan dokumen First Nationally Determined Contribution (NDC), pada kondisi business as usual (BAU) emisi gas rumah kaca (GRK) mencapai 2,869 giga ton CO2e (equivalent) di tahun 2030 atau dengan pertambahan emisi tahunan sebesar 5% untuk periode 2010-2030," ujar Mahawan.

Total emisi GRK diproyeksikan berkurang menjadi 2,034 giga ton CO2e (reduksi 29% dari BAU) untuk unconditional mitigation scenario dan 1,787 giga ton CO2e (reduksi 38% sampai dengan 41% dari BAU) dengan conditional mitigation scenario.

NDC Indonesia terdiri atas 5 NDC sektor, yaitu energi, sampah, industrial process and product uses (IPPU), pertanian, dan kehutanan. Total reduksi emisi yang ditargetkan pada tahun 2030 yaitu 0,834 giga ton CO2e (29%) untuk unconditional mitigation scenario dan 1.081 giga ton CO2e (38% sampai dengan 41%) dengan conditional mitigation scenario.

"Target reduksi emisi dalam implementasi NDC pada periode 2020-2030 memiliki berbagai tantangan baik pada tingkat nasional dan subnasional," imbuh Mahawan.

Mahawan menyatakan laporan The Third National Communication (TNC) of Republic of Indonesia mencatat bahwa total emisi CO2e di tahun 2014 sebesar 1,844 giga ton, atau setara dengan pertambahan emisi tahunan sebesar 13%/tahun pada periode 2010-2014, lebih tinggi dari perkiraan 5%/tahun untuk kondisi business as usual.

Ahli Perubahan Iklim Indonesia mendesak penguatan kemitraan global untuk membatasi pemanasan global kurang dari 1.50C

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News