Para Kades Mengeluh pada Pak Ganjar, Banyak Warga tak Percaya Adanya Covid-19

Para Kades Mengeluh pada Pak Ganjar, Banyak Warga tak Percaya Adanya Covid-19
Gubernur Ganjar Pranowo saat Rembuk Desa di Cilacap. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, CILACAP - Upaya memupuk kesadaran warga untuk menaati protokol kesehatan (prokes) bukanlah perkara mudah.

Kesulitan mengedukasi warga menjadi satu dari sekian persoalan dalam penanganan Covid-19. Hal itu juga dirasakan oleh para kepala desa di Kabupaten Cilacap.

Mereka melaporkan persoalan itu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Rembuk Desa di Pendapa Kabupaten Cilacap, Kamis (22/7).

Rembug Desa edisi ketiga itu diikuti 227 lurah/kepala desa (kades) se-Kabupaten Cilacap.

Kades Padangsari, Mahruri mengatakan rata-rata warga sudah merasa jenuh memakai masker, “Ada juga yang beralasan karena aktivitasnya di sawah jadi merasa bebas tidak pakai masker.”

Hal serupa juga dialami Kades Karangtengah, Suhartono dan Kades Pesawahan, Wasito. Meski sudah sering diedukasi dan disosialisasi, namun sekitar 50 persen warganya tidak taat prokes.

"Sulit sekali memberikan penyadaran pada masyarakat untuk menerapkan prokes. Sulit sekali. Padahal kami sudah keliling membagikan masker dan sosialisasi," kata Suhartono.

Tak hanya soal ketaatan prokes, beragam persoalan lain juga disampaikan oleh kades-kades se-Cilacap pada Ganjar.

Para kades mengeluh pada Gubernur Ganjar Pranowo bahwa ada masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19 dan tidak percaya vaksin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News