Para Pekerja Diimbau tidak Mudik Hingga Lebaran Nanti

Para Pekerja Diimbau tidak Mudik Hingga Lebaran Nanti
Banyak yang tak mengikuti imbauan pemerintah agar tidak mudik/pulang kampung selama masih ada wabah virus corona. Ilustrasi terminal bus. Foto dok JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay berharap para pekerja tidak mudik saat wabah virus Corona (COVID-19) melanda hampir seluruh daerah di Indonesia akhir-akhir ini.

Daulay berharap para pekerja tetap berada di Jabodetabek maupun di kota-kota tempat dimana mereka bekerja, mengikuti seruan pemerintah melaksanakan social discenting atau physical distancing, sehingga persebaran virus tidak semakin meluas ke mana-mana.

"Harapan kami, para pekerja tidak malah memanfaatkan waktu seperti sekarang ini untuk mudik. Kan setiap orang bisa menjad carrier atau pembawa virus, kami khawatir malah sebarannya makin meluas," ujar Daulay kepada jpnn.com, Jumat (27/3).

Daulay berharap para pekerja juga tidak mudik saat lebaran nanti, jika pandemi Covid-19 masih belum mereda.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, para perantau tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga di kampung meski tetap berada di Jakarta. Caranya, memanfaatkan kemajuan telekomunikasi saat ini.

"Para pekerja uangnya akan lebih hemat dengan menetap di Jakarta. saya kira dengan teknologi sekarang ini, walau tidak mudik tetap bisa bersilaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman," ucapnya.

Sebelumnya, juru bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, pemerintah sedang mengkaji tiga skenario yang kemungkinan diterapkan saat lebaran nanti untuk menekan penyebaran virus Corona.

Pertama, mudik tetap dilaksanakan seperti tahun lalu. Kedua, penghapusan mudik gratis dan ketiga pelarangan mudik.(gir/jpnn)

Para pekerja juga tidak mudik saat lebaran nanti, jika pandemi virus corona masih belum mereda.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News