Para Petani Jateng Merasakan Manfaat Sistem Resi Gudang, Tak Khawatir Merugi Lagi

Para Petani Jateng Merasakan Manfaat Sistem Resi Gudang, Tak Khawatir Merugi Lagi
Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi gudang di Grobogan. Foto: IG@ganjarpranowo

jpnn.com, GROBOGAN - Implementasi sistem resi gudang (SRG) Kabupaten Grobogan telah menjadi teladan nasional saat ini.

SRG Grobogan dicanangkan sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia dan menjadi benchmarking bimbingan teknis penyuluh/pengelola SRG se-Indonesia sejak 2009.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan melalui pengelolaan yang baik, program ini telah dirasakan manfaatnya oleh para petani.

"Biasanya petani jual gabah masih basah, kadar air ketinggian. Itu yang dikasih stempel beras jelek, akhirnya tidak terserap. Nah di gudang ini diterima dengan standar tentunya, dijemur lagi dan harganya bisa terangkat tinggi," kata Ganjar saat meninjau lokasi gudang di Grobogan, Selasa (20/4).

Selain itu, apabila harga di pasar belum menentu apalagi anjlok, sistem resi gudang bisa melindungi petani. Hasil pertanian yang disimpan di gudang akan mendapat resi, dan itu bisa dijaminkan ke Bank Jateng.

"Bisa dijaminkan ke Bank Jateng, dapat uang. Jadi sambil menunggu harga stabil, mereka tetap bisa punya modal tanam kembali. Ya seperti menggadaikan gabah ke resi gudang ini. Dengan pengelolaan baik, maka hasil pertanian bisa tinggi," jelasnya.

Ganjar mengatakan dengan mekanisme itu maka pengelola akan membantu menjualkan gabah yang telah digiling dengan harga maksimal. Nantinya, hasil penjualan itu akan dibagi dengan kapasitas 60;40.

“Ini menarik dan saya berharap program ini diterapkan di daerah lain di Jawa Tengah," tuturnya.

Sistem Resi Gudang Grobogan dicanangkan sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia dan menjadi benchmarking bimbingan teknis penyuluh/pengelola SRG se-Indonesia sejak 2009.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News