Paradigma Baru Golkar Belum di Jalurnya

Paradigma Baru Golkar Belum di Jalurnya
Paradigma Baru Golkar Belum di Jalurnya
Mencermati penilaian Yudi Latief terhadap Golkar, lanjut Lili, sulit bagi tokoh muda seperti Yuddy Chrisnandy untuk setara melawan tokoh-tokoh senior Golkar di Munas. "Tokoh DPD Golkar baik provinsi maupun kabupaten/kota, sangat pragmatis transaksional. Saya tak yakin dalam waktu singkat pola pikir (itu) akan berubah. Paling yang akan terpilih memimpin Golkar adalah kalangan senior, dengan janji akan memberi ruang bagi anak muda di kepengurusan. Jika itu pilihannya, Golkar tetap sekarat di masa depan," tambah Lili.

Di tempat yang sama, kader muda Golkar, Indra J Piliang, mengibaratkan Golkar saat ini seperti kapal Titanic yang menabrak karang dan ditinggal penumpang. Banyak nilai-nilai yang ada di Golkar selama ini yang sudah dilupakan. Karena itu, Golkar menurutnya, harus melakukan reorganisasi dan reorientasi. Golkar bahkan disebut terlambat lima tahun dibanding Partai Demokrat yang sudah merancang regenerasi sejak dini.

"Siapapun yang terpilih menjadi ketua umum, diharapkan bukan menjadikan partai untuk melindungi kepentingannya, tapi yang bisa menggerakkan partai dengan efektif dan mobilitas tinggi. Syarat ini dimiliki anak muda, dan ini kebutuhan Golkar. Saatnya diberi ruang kepada kader generasi Blackberry dan Facebook, bukan kelompok yang membentengi diri dengan uang," harap Indra pula. (fas/JPNN)

JAKARTA - Pengamat politik dari Reform Institute, Yudi Latief, menilai paradigma baru Golkar di era reformasi belum di jalurnya. Bahkan yang saat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News