Pariwisata Halal Nusantara: Strategi, Destinasi hingga Kisah Sukses

Pariwisata Halal Nusantara: Strategi, Destinasi hingga Kisah Sukses
Sejumlah turis tiba di Lombok. Daerah di Nusat Tenggara Barat itu mengukuhkan diri sebagai destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot promosi wisata halal yang tepat sasaran. Lombok misalnya, daerah itu terus dihujani aneka aktivitas yang membuat kawasan ini semakin populer.

Lombok dibangun sebagai salah satu top destinasi yang khas. Kemenpar pun terus mensosialisasikan ke semua pihak terkait dengan pariwisata nusantara.

Lombok, Nusa Tenggara Barat sudah mendunia sebagai destinasi halal. Buktinya, Lombok telah mengukuhkan diri sebagai destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon yang diterima dari ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition yang diumumkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada 2015 lalu.
 
Nah terkait dengan promosi ini, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty menggelar Sosialisasi Strategi Percepatan Pemasaran Pariwisata Halal Nusantara, di Hotel Milenium, Jakarta, 11 hingga 12 Mei ini.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Watie Moerany mengatakan, selain dalam rangka mencapai target pergerakan wisatawan pariwisata nusantara sebesar 260 juta perjalanan di tahun 2016, Kemenpar juga punya target lain.

"Ujungnya bagaimana mencapai target perjalanan wisatawan segmen wisata halal sejumlah 228,8 juta, acara sosialisasi ini harus tepat sasaran dan dapat dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak terkait,” kata Watie.

Kemenpar mengundang banyak pihak yang kompeten. Selain para asisten deputi yang terkait dengan pariwisata nusantara, pihaknya juga mengundang para kepala bidang yang terkait, kepala sub bidang yang terkait, Kepala Dinas Pariwisata, pimpinan sekolah tinggi pariwisata yang terkait, Ketua PHRI, Ketua ASITA, dari pihak penerbangan Garuda Indonesia, general manajer beberapa hotel ternama di tanah air, beberapa general manager restoran dan rumah makan ternama di tanah air, dan beberapa rekan media mainstrem yang mampu menjadi pilar komunikasi dengan masyarakat luas.

"Kami harus menyamakan persepsi dengan pihak yang terkait dan semua pembicara sudah kami siapkan, pembicara yang kompeten dan yang sangat paham betul dengan strategi percapatan pemasaran wisata halal nusantara,” kata Watie.

Para pembicara yang hadir di antaranya adalah, Ketua Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan, dengan beberapa anggotanya seperti Hafizuddin, Budi Rizanto Binol, Taufan Rahmadi. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News