JPNN.com

Parlemen Dunia Kecam Rencana Jahat Israel di Palestina

Rabu, 01 Juli 2020 – 22:58 WIB
Parlemen Dunia Kecam Rencana Jahat Israel di Palestina - JPNN.com
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon (tengah) saat diskusi sekaligus "Pernyataan Bersama Anggota Parlemen Berbagai Negara Menentang Aneksasi Israel terhadap Wilayah Palestina" di gedung DPR, Rabu (1/7). Foto: Friederich Batari/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Parlemen Indonesia dan dunia mengecam rencana jahat Israel yakni melakukan aneksasi atas wilayah Palestina.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon menyatakan dari dulu hingga sekarang, Indonesia menginginkan Palestina menjadi bangsa yang merdeka dan diakui dunia. Fadli menegaskan konstitusi Indonesia sangat jelas, menolak segala bentuk penjajahan di atas muka bumi.

“Posisi Indonesia sejak dulu clear. Pemerintah dan DPR dari masa ke masa selalu mendukung upaya kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina," kata Fadli saat dalam diskusi sekaligus "Pernyataan Bersama Anggota Parlemen Berbagai Negara Menentang Aneksasi Israel terhadap Wilayah Palestina" di gedung DPR, Rabu (1/7).

Hadir pula Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu RI Febrian A Ruddyard dan sejumlah anggota BKSAP.

Fadli menyatakan BKSAP menginisiasi dukungan dari anggota parlemen seluruh dunia untuk menolak aneksasi Israel atas wilayah Palestina.

BKSAP sudah membuat petisi yang mendapatkan sambutan sangat baik dari berbagai negara. Berdasar update terakhir, petisi itu sudah  ditandatangani 215 anggota parlemen dari seluruh dunia.

Fadli lantas membacakan isi petisi, yang menyatakan anggota parlemen dari berbagai belahan dunia mengutuk keras dan menolak rencana aneksasi Israel, terhadap wilayah Palestina baru-baru ini.  Aneksasi formal tersebut merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan tatanan berbasis aturan global.

"Kami menegaskan kembali solidaritas dan komitmen kami kepada rakyat Palestina,  termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan terciptanya Palestina yang merdeka," kata Fadli.

Parlemen  menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tetap teguh dalam komitmen untuk melindungi solusi dua negara,  serta pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional dan regional.

Parlemen sangat prihatin bahwa ancaman aneksasi terjadi pada saat dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.

"Kami mendukung upaya diplomasi internasional dan regional yang bertujuan mencapai perdamaian komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah,  berdasarkan Resoluzi PBB yang relevan dan parameter lain yang disepakati secara internasional," kata dia membacakan statemen anggota parlemen.

Lebih lanjut Fadli berharap hubungan ini akan terus meluas, tidak hanya di kalangan eksekutif, legislatif, tetapi juga civil society pada umumnya.

"Kita mempunyai satu posisi  yang sama saya kira  untuk mengutuk keras  rencana dari aneksasi tersebut " kata Fadli.

Dia berharap pemerintah menggunakan segala upaya dalam diplomasi, termasuk menggandeng negara-negara lain.

"Karena komunitas regional yang saya kira juga di mana Indonesia menjadi leader-nya baik di Asean atau di beberapa organisasi lain, kita bisa mengambil inisiatif-inisiatif yang terobosan," ungkap Fadli.

Febrian atas nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi tinggi kepada BKSAP yang memprakarsai pernyataan bersama terkait masalah aneksasi ini.

"Apabila ada satu isu yang bisa menyatukan seluruh bangsa Indonesia tanpa pandang bulu maka salah satunya adalah isu Palestina," kata Febrian. "Saya rasa ini sudah jelas ada di mandat konstitusi kita sehingga menjadi uutang bersama kita, utang konstitusi kita sampai Palestina merdeka," tambahnya.

Dia mengatakan Kemenlu akan membantu sepenuh hati dan semaksimal mungkin agar apa yang dilakukan ini mendapat dukungan lebij banyak lagi. Febrian menegaskan bahwa posisi Indonesia sudah jelas dalam persoalan ini.

Menlu Retno saat pertemuan terakhir Dewan Keamanan PBB yang khusus membahas aneksasi ini sudah menyampaikan dengan jelas.

"Bahwa aneksasi yang dilakukan oleh oleh Israel ini jelas melanggar hukum internasional," tegasnya. Selain itu, lanjut dia, aneksasi ini jelas menentang legitimasi dan otoritas DK PBB. "Aneksasi ini akan menghancurkan harapan adanya perdamaian di Timur Tengah," katanya.

Karena itu, dia menambahkan, kesamaan pandang, gerak, hati, di antara seluruh bangsa Indonesia untuk menghadapi isu aneksasi sangat diperlukan.

Zuhair menyampaikan salam dari Palestina untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Menurut Zuhair, Indonesia memiliki posisi khusus di hati masyarakat Palestina, baik di tingkat pemerintah dan seluruh rakyat.

Zuhair sangat senang, terharu dan bahagia melihat totalitas dukungan yang luar biasa dari seluruh masyarakat Indonesia terkait semua isu-isu yang berkenaan dengan Palestina, termasuk persoalan  aneksasi.

Dia menegaskan rakyat Palestina akan terus berjuang hingga akhirnya hak-hak mereka terpenuhi dan mimpi mereka terwujud untuk mendirikan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.(boy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri