Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Ini 2 Isu Andalannya

Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Ini 2 Isu Andalannya
Pemimpin Oposisi Australia, Anthony Albanese tersenyum setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Marrickville Town Hall pada hari Pemilihan Federal, di Sydney, Australia, Jumat (20/5/2022). Foto: AAP/Lukas Coch/via REUTERS/rwa/sad.

Keberhasilan Partai Buruh memenangi pemilu Australia juga tak terlepas dari andil para pemilih di Australia Barat yang meninggalkan koalisi Morrison.

Saat merayakan kemenangan Partai Buruh di Sidney, Albanese yang dikenal pragmatis bertekad untuk menyatukan Australia.

Dia berjanji untuk mengakhiri perpecahan di Australia dan menilai bahwa masyarakat di negeri Kanguru itu ingin bersatu dan mencapai kepentingan dan tujuan bersama.

Albanese, yang berasal dari kelas pekerja itu, juga menilai bahwa masyarakat telah lelah dengan perbedaan karena yang mereka inginkan adalah kebersamaan sebagai sebuah bangsa.

Selama 26 tahun sejak Albanese pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen, Partai Buruh berada di pemerintahan hanya lima tahun, ketika Australia dipimpin oleh Kevin Rudd dan Julia Gillard di masa yang penuh gejolak.

Albanese pertama kali menjadi menteri setelah kemenangan Partai Buruh pada pemilu 2007. Karir politiknya melesat setelah mengambil alih kepemimpinan oposisi usai kekalahan telak partai itu pada 2019.
 

Keturunan imigran pekerja

Albanese menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya kandidat dengan "nama non-Anglo Celtic" yang mencalonkan diri sebagai PM dalam 121 tahun keberadaan jabatan itu di Australia.

Keberhasilan Partai Buruh meraih suara terbanyak dalam Pemilu Australia juga menghantarkan pemimpinnya, Anthony Albanese jadi perdana menteri selanjutnya

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News