Pas di Jembatan Tiba-tiba Datang Air Bah, Polisi Itu...

Pas di Jembatan Tiba-tiba Datang Air Bah, Polisi Itu...
Kondisi jembatan yang ambruk diterjang banjir di desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Kamis (9/2). Foto: Ivan/Lombok Post/JPNN.com

jpnn.com - Banjir besar yang menerjang Desa Belanting Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu lalu (11/2), telah menelan korban jiwa.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lenap yang merupakan salah seorang pendidik di Sekolah Polisi Negara (SPN) ditemukan tewas setelah sebelumnya mobil yang dikendarainya terseret oleh derasnya aliran air bah.

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono di sela-sela menjenguk jenazah AKBP Lenap di RS Bhayangkara Kota Mataram menjelaskan, korban saat itu keluar dari markas SPN sekitar pukul 03.00 Wita Sabtu dini hari.

Dia lalu berusaha menyeberangi jalan di jembatan Dusun Pademekan Desa Belanting dengan mengendarai mobil Suzuki Karimun.

“Korban saat kejadian sedang menyeberang namun saat berada di tengah jambatan, tiba- tiba datang air bah sehingga menghanyutkan korban beserta kendaraannya. Korban sendiri setelah dilakukan pencarian akhirnya ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00 Wita dalam kondisi sudah meninggal dunia di pinggir pantai,” ungkapnya.

Dijelaskan, AKBP Lenap memiliki banyak peran di desa tersebut. Korban diketahui sering menolong pelajar di daerah tersebut untuk menyeberangi sungai.

Korban tidak hanya melakukan evakuasi kepada para pelajar , akan tetapi bertugas juga untuk mengevakuasi warga yang terkena banjir di desa tersebut.

“Korban sudah lima tahun menjadi tenaga pendidik dan dia orang baik dan bertanggung jawab bahkan kemarin masih melakukan evakuasi warga yang terkena banjir dan membawa warga ke tempat yang aman,'' ujarnya.

Banjir besar yang menerjang Desa Belanting Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu lalu (11/2), telah menelan korban jiwa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News