Pasar Oro-Oro Dowo Jadi Pasar Semimodern

Pasar Oro-Oro Dowo Jadi Pasar Semimodern
Wali Kota Malang Moch. Anton menyalami para pedagang usai launching Pasar Oro-Oro Dowo menjadi pasar semimodern, Jumat (22/1). FOTO: Radar Malang/JPNN.com

jpnn.com - MALANG – Pasar Oro-Oro Dowo kini berubah menjadi pasar semimodern. Tak hanya wajah baru saja, tapi pasar yang berlokasi di Jalan Guntur, Klojen ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang berbeda dengan pasar lainnya. Ada ruang laktasi, ruang tunggu yang nyaman, musala, hingga kamar mandi yang bersih. 

“Ini pasar pertama di Kota Malang yang punya ruang laktasi. Secara bertahap, nanti di pasar-pasar lain juga akan dibangun,” ucap Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto di sela launching Pasar Oro-Oro Dowo, seperti dilansir Harian Radar Malang (Grup JPNN), Sabtu (23/1).

Menurut Wahyu, pemerintah pusat telah mengeluarkan PP No. 33 Tahun 2012 yang mewajibkan adanya ruang laktasi (menyusui) di tempat publik. Upaya ini untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, sehingga harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Keberadaan ruang laktasi ada pada sisi tenggara pasar. Ruangan tersebut berukuran kurang lebih tujuh meter persegi. Dengan fasilitas kursi yang nyaman, nantinya ibu-ibu yang ingin memberikan ASI (air susu ibu) pada bayinya.

Wahyu juga membeber beberapa keunggulan lain tentang pasar tersebut. Di antaranya memiliki saluran sanitasi terintegrasi bawah tanah.

”Di setiap meja pedagang, ada pipa yang mengalirkan limbah cair ke pipa-pipa di bawah tanah. Pipa itu mengalirkan limbah ke bak penampungan,” kata dia.

Selain itu, pipa tersebut juga menjadi sarana irigasi sehingga pasar dijamin antibecek.

Menurut Wahyu, terdapat penggantian saluran irigasi dari yang sebelumnya pipa hanya berdiameter 30 sentimeter menjadi 70 sentimeter.

MALANG – Pasar Oro-Oro Dowo kini berubah menjadi pasar semimodern. Tak hanya wajah baru saja, tapi pasar yang berlokasi di Jalan Guntur, Klojen

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News