Pasek Sebut Operasi Tinggalkan Oso Mirip Kudeta di Turki

Pasek Sebut Operasi Tinggalkan Oso Mirip Kudeta di Turki
Jumpa pers para ketua DPD Hanura pendukung kepemimpinan Oesman Sapta Odang di Jakarta, Rabu (17/1). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan ada pihak-pihak yang melakukan operasi kepada pengurus partainya di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk meninggalkan Oesman Sapta Odang (Oso).

"Ada gerakan masif turun ke daerah," tegas Pasek di sela-sela Rapat Koordinasi DPD Partai Hanura se-Indonesia bertajuk "Konsolidasi Organisasi Menghadapi Verifikasi Faktual KPU Menuju Pemilu 2019" di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Hanya saja Pasek enggan membeberkan siapa yang melakukan operasi tersebut. "Ini mirip kasus kudeta di Turki, semua disiapkan bergerak. Tapi setelah kami melakukan komunikasi dalam dua hingga tiga hari, mereka porak poranda," katanya.

Dia mengatakan ada pula informasi-informasi yang disesatkan. Karena itu, Pasek menilai tidak benar ada gerakan dari bawah menolak kepemimpinan Oso. "Tapi ini digalang," ujarnya.

Pasek mengatakan DPP Partai Hanura langsung bersikap dan berkomunikasi dengan sejumlah pengurus di daerah untuk menanyakan apa yang sesungguhnya terjadi.

Alhasil, kata Pasek, sejumlah pengurus daerah mengakui ada pihak-pihak tertentu yang membawa surat pernyataan bermaterai untuk ditandatangani. Menurut dia, ada pula yang membawa uang untuk transport. Bahkan ada pengurus yang ditekan dan ditakut-takuti.

Awalnya, kata Pasek, sejumlah pengurus termasuk DPC sempat terpengaruh. Sebab, mereka belum tahu ada perubahaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. "Mereka masih mengira SK penetapan pengurus DPC masih berada di bawah DPD. Namun, setelah tahu ada perubahan SK penetapan DPC sekarang di bawah DPP langsung, mereka pun berani mengambil sikap tegas. Maka mereka berani beda pendapat dengan DPD," tegasnya.

Pasek menuturkan beberapa daerah memang sempat sudah declare mendukung kubu Ambhara. "Beberapa sudah declare seperti Jatim, tapi langsung balik arah lagi ke kami," kata Pasek.

DPP Partai Hanura memberikan kesempatan sampai pukul 24.00 malam ini buat pengurus yang dianggap membelot untuk bertobat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News