Pasokan Berkurang, Harga Batu Bara Naik USD 0,19 per Ton

Pasokan Berkurang, Harga Batu Bara Naik USD 0,19 per Ton
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Meluasnya penyebaran virus corona di berbagai belahan dunia berdampak pada harga batu bara, naik sebesar USD 0,19 per ton pada Maret, berbanding Februari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 69.K/30 MEM/2020, menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara (harga batu bara acuan/HBA) Maret 2020 sebesar 67,08 dolar AS per ton, sedangkan HBA Februari sebesar 66,89 dolar per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, mengungkapkan kenaikan HBA bulan Maret, salah satunya dipicu oleh tambang batu bara di Tiongkok yang belum beroperasi optimal setelah periode libur tahun baru Imlek dan merebaknya corona, sehingga pasokan menjadi berkurang.

"Harga Batu bara Acuan Maret 2020 ini naik tipis, hanya sekitar 0,28 persen, dikarenakan tambang belum beroperasi setelah Imlek dan merebaknya virus corona, sehingga pasokan turun. Di sisi lain permintaan dari Jepang, India dan Korea mengalami kenaikan," ujar Agung.

HBA bulan Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di bulan Februari 2020.

Misalnya, untuk harga nikel turun menjadi 14.029,72 dolar/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu 16.107,27 dolar/dmt.

Meluasnya penyebaran virus corona di berbagai belahan dunia berdampak pada harga batu bara, naik sebesar USD 0,19 per ton pada Maret, berbanding Februari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News