Patrialis Tersangka, KPK Langsung Geledah MK

Patrialis Tersangka, KPK Langsung Geledah MK
TAHANAN KPK: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar saat keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/1) dini hari. Patrialis menjadi tahanan KPK karena disangka menerima suap. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar sebagai tersangka penerima suap. Lembaga antirasywah itu pun bergerak cekatan setelah menjerat Patrialis dengan menggeledah ruang kerjanya di MK.

Penyidik KPK sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi datang ke gedung MK. Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, ada lima orang penyidik yang menggeledah ruang kerja Patrialis.

"Sudah dari tadi jam 02.00 WIB sampai jam 06:00 WIB penggeledahan," ujar Fajar saat dikonfirmasi, Jumat (27/1).

Tapi bukan hanya ruangan kerja Patrialis yang digeledah. Sebab, penyidik KPK juga menyasar ruang kerja hakim I Dewa Gede Palguna dan Manahan Sitompul.

Menurut Fajar, penyidik membawa sejumlah berkas dari tiga ruangan kerja hakim MK itu. Namun, Fajar mengaku tak tahu dokumen-dokumen yang dibawa penyidik. ”Mungkin yang dianggap relevan," katanya.

Seperti diketahui, KPK menangkap Patrialis bersama sepuluh orang lainnya di tiga lokasi berbeda. Yaitu lapangan golf Rawamangun, Sunter dan Grand Indonesia.

Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam yang diikuti gelar perkara, KPK menetapkan empat orang tersangka. Patrialis ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan pembahasan judicial review atau uji materi UU Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. KPK juga menetapkan rekan Patrialis, Kamaluddin (KM) sebagai perantara.

Selain itu, KPK juga menetapkan dua orang sebagai tersangka pemberi suap. Yakni pengusaha Basuki Hariman dan sekretarisnya, Ng Fenny. Basuki diduga menyuap Patrialis sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu.(cr2/JPG)


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar sebagai tersangka penerima suap. Lembaga antirasywah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News