Senin, 25 Maret 2019 – 19:24 WIB

PDIP Konsisten Memperjuangkan Semangat Multikulturalisme

Rabu, 12 Desember 2018 – 18:02 WIB
PDIP Konsisten Memperjuangkan Semangat Multikulturalisme - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Partai politik terus bermunculan di Indonesia. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) adalah salah satu partai yang sejak kelahirannya konsisten mendukung dan memperjuangkan kepentingan rakyat miskin dengan dasar semangat multikulturalisme.

Pakar politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bagong Suyanto menilai sikap politik PDIP yang konsisten mendukung dan mendorong semangat multikulturalisme merupakan nilai lebih partai ini bagi konstituennya.

“Pilihan sikap politik yang memperjuangkan semangat multikulturalisme yang mengedepankan NKRI dan kebinekaaan membuat partai tersebut menjadi berjarak dengan konstituen Islam, terutama kelompok Islam kanan,” ujar Bagong dalam keterangannya, Rabu (13/12).

Menurut Bagong, sebagai partai politik yang dikenal luas masyarakat memiliki ideologi dan sikap politik yang memperjuangkan multikulturalisme, ada sejumlah hal yang mesti ditimbang PDIP dalam menentukan sikap dan mencari perluasan dukungan konstituen.

“Tetap mempertahankan citra sebagai partai nasionalis, sementara di saat yang sama juga harus memperluas basis dukungan massa dari berbagai kelompok lain, tentu membutuhkan strategi dan kerja keras para pekerja partai,” katanya.

Bagong menyebut ada dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian PDIP ke depan. Pertama, sejauh mana PDIP menentukan batas demarkasi perluasan dukungan dari basis massa baru, terutama dari kelompok umat Islam. Dengan menjalin koalisi dengan Ma’ruf Amin yang dikenal sebagai sesepuh NU yang dihormati masyarakat, kata dia, jelas ada banyak hal positif akan diperoleh Jokowi yang merupakan kandidat presiden yang diusung PDIP dan partai koalisinya.

“Strategi menggandeng Ma’ruf Amin adalah langkah taktis yang menjadi pilihan PDIP untuk memperluas basis dukungan massa kepada kandidat presiden yang diusung partai tersebut dan partai koalisinya,” ucapnya.

Selama ini, kata Bagong basis kuat massa pendukung PDIP dan Jokowi adalah pada kelompok nasionalis, kaum abangan, dan masyarakat marginal yang untuk sebagian kerap berseberangan dengan kelompok Islam kanan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar