Pejabat KemenPPPA Beber Dampak Negatif Teknologi kepada Anak, Butuh PISA
jpnn.com, JAKARTA - Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Endah Sri Rejeki mengatakan, perkembangan teknologi informasi memberikan dampak positif dan juga negatif bagi anak.
Dampak positifnya adalah literasi informasi yang bisa diakses cepat, mudah dan murah. Adapun dampak negatifnya, yakni tidak ada yang menjamin keabsahan atau kebenaran informasi karena maraknya berita hoaks.
"Membuat pengguna terisolasi dari interaksi sosial secara langsung karena kecanduan gawai dan anak belajar konflik (politik) dari media online juga merupakan salah satu dampak negatifnya," kata Endah Sri Rejeki dalam Rakornas Perpustakaan 2022 dengan tema Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional yang berlangsung 29-30 Maret.
Oleh karena itu, lanjutnya, program Perpustakaan Nasional perlu mengembangkan dan membina sejumlah perpustakaan kabupaten/kota yang memiliki layanan perpustakaan anak dan ekstensifikasi layanan melalui mobil perpustakaan keliling.
Hal ini untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan literasi anak terbangun dengan baik.
Itu sebabnya kata Endah Sri Rejeki, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) diperlukan guna meningkatkan kesempatan anak untuk menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan serta usianya demi pengembangan dirinya sesuai nilai-nilai kesusilaan.
"Kemudian memberikan lingkungan informasi yang sehat bagi anak diperlukan karena lingkungan informasi anak selama ini tidak selamanya positif," terangnya.
Dia menambahkan, PISA harus menjadi pusat informasi dengan fokus pada penyediaan informasi terintegrasi.
Pejabat KemenPPPA membeberkan dampak negatif teknologi terhadap anak sehingga membutuhkan PISA.
- Gandeng Netra Runtime, Sivali Siapkan Ekosistem Layanan AI dan Federated Compute
- Luhut Beberkan Kondisi Indonesia kepada Para Investor, Jangan Kaget
- Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Dokter Ungkap Alasannya
- 23 Tahun Al Qohhar, Berawal dari Amanat Guru hingga Dampingi 1.252 Anak Yatim
- Kehadiran Terang AI Dorong Akses Pendidikan Digital Meningkat di Wilayah 3T
- Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI
JPNN.com




