Pekan Deteksi Kanker, Waspadai Si Silent Killer

Pekan Deteksi Kanker, Waspadai Si Silent Killer
Ibu Negara Iriana Joko Widodo, di sela Pekan Deteksi Dini Kanker. Foto: kemenkes

Berdasarkan data rutin Subdit Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, sampai dengan tahun 2013, program deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara diselenggarakan pada 717 Puskesmas. 

Hasil estimasi jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia pada tahun 2013, diketahui bahwa Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, adalah wilayah dengan jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara terbesar. 

Sementara itu Provinsi Gorontalo dan Papua Barat memiliki estimasi jumlah penderita terkecil dari seluruh provinsi.
 
Tingginya kasus baru kanker dan sekitar 40 persen dari kematian akibat kanker berkaitan erat dengan faktor risiko kanker yang seharusnya bisa dicegah. 

Faktor risiko kanker yang terdiri dari faktor risiko perilaku dan pola makan, di antaranya indeks massa tubuh tinggi; kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, penggunaan rokok, konsumsi alkohol berlebihan, faktor risiko kanker lainnya, adalah akibat paparan karsinogen fisik, seperti ultraviolet (UV) dan radiasi ion; karsinogen kimiawi, seperti benzo (a) pyrene, formalin dan aflatoksin (kontaminan makanan), dan serat contohnya asbes; serta karsinogen biologis, seperti infeksi virus, bakteri dan parasit.

Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Farid Moeloek, SpM (K) menyatakan, bahwa program pengendalian kanker saat ini diprioritaskan pada pencegahan dan deteksi dini kasus kanker tertinggi, yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara, serta penemuan dini kanker pada anak. 

Deteksi dini kanker leher rahim bisa menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam aset (IVA). Sedangkan deteksi dini kanker payudara menggunakan metode Pemeriksaan Payudara secara Klinis (SADANIS) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).

"Khusus untuk anak dengan kanker, kita harus terus mendukung mereka untuk menghadapi penyakitnya. Anak-anak berhak menikmati masa kecilnya, mereka dalam kondisi paling rentan dan mereka berhak hidup layak," tutur Menkes.
 
Nila berpesan, agar pasien kanker segera mencari pengobatan yang tepat dan tidak melewatkan melewatkan fase emas pengobatan.

"Mari kita cegah dan kendalikan penyakit kanker agar tidak terus meningkat. Jika telah menderita kanker, segeralah datang ke fasilitas pelayanan kesehatan jangan menunggu keadaan stadium lanjut," pesan Menkes.
 
Untuk itu, Menkes mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan lintas sektor untuk meningkatkan kampanye pencegahan, deteksi dini dan penemuan dini kanker. Selain itu, berikan dukungan kepada orang-orang dengan kanker dan keluarganya untuk terus bersemangat dalam berjuang melawan kanker, dukungan bagi para survivor kanker agar terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker.

JAKARTA - Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News