Pelatih Buka Rahasia Keberhasilan Marcus/Kevin di Japan Open

Pelatih Buka Rahasia Keberhasilan Marcus/Kevin di Japan Open
Marcus Fernaldi (kiri), Herry Iman Pierngadi (tengah) dan Kevin Sanjaya. Foto: Badminton Indonesia

jpnn.com, TOKYO - Indonesia kebagian satu dari lima gelar di Japan Open superseries. Ganda putra Marcus Fernaldi dan Kevin Sanjaya jadi juara, setelah menang atas wakil Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu (24/9) siang.

Marcus/Kevin menang dua game langsung dengan 21-12 dan 21-15, dalm waktu sekitar 30 menit. “Pemain Jepang masih butuh jam terbang. Mereka mainnya tidak lepas, panik dan grogi di lapangan. Secara teknik dan terutama segi mental bertanding, Marcus dan Kevin memang di atas pasangan Jepang,” ujar pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi kepada Badminton Indonesia.

Marcus (26 tahun) dan Kevin (22) tak mendapat kesulitan berarti pada laga finalnya tersebut. Herry mengaku, lawan yang lebih berat buat anak asuhnya sebenarnya sudah mereka hadapi di babak semifinal, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark).

Misi di semifinal memiliki tantangan yang cukup besar, sebab dalam tiga pertemuan sebelumnya, Kevin/Marcus selalu kalah dari Boe/Mogensen. 

“Menurut saya, final sesungguhnya adalah kemarin di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal akan menang di final. Kemenangan Marcus dan Kevin di final ada pengaruhnya setelah mengalahkan Mathias/Carsten. Kepercayaan diri mereka jadi meningkat," tutur Herry.

Sebelum Japan Open, Marcus/Kevin meraih gelar di Malaysia Open. "Waktu di Indonesia Open Kevin cedera, di Kejuaraan Dunia sebetulnya mereka paling siap, tetapi kurang lucky saja,” ungkap Herry.

Pelatih yang pernah mengasuh Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Chandra Wijaya/Sigit Budiarto, dan Flandy Limpele/Eng Hian itu pun membeberkan kunci kemenangan Marcus/Kevin di Japan Open.

Kuncinya ada di semifinal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News