Minggu, 21 April 2019 – 23:10 WIB

Asisten Pelatih PSM Akui Sulit Dapat Pemain Asia Berkualitas

Rabu, 13 Februari 2019 – 21:32 WIB
Asisten Pelatih PSM Akui Sulit Dapat Pemain Asia Berkualitas - JPNN.COM

jpnn.com, MAKASSAR - PSM Makassar cukup sering menggunakan jasa pemain asing Asia dalam 10 tahun terakhir. Hanya saja, kontribusi mereka tidak sebagus pemain Eropa. PSM mulai rutin menggunakan tenaga pemain Asia pada musim 2009-2010.

Regulasi kompetisi yang masih bernama Indonesian Super League (ISL) ini mulai membatasi kuota pemain asing dengan formant 3+2 (3 non-Asia dan 2 Asia). Sebelum kemudian diubah menjadi 3+1.

Di balik perjalanannya, Pasukan Ramang kesulitan mendapatkan pemain Asia berkualitas. Tidak banyak legiun Asia yang bisa bertahan lama. Paling lama hanya Kwon Jun dengan penampilan 44 laga musim 2011-2012. Kemudian 11 laga pada ISC 2016.

PSM paling banyak menggunakan jasa pemain Australia (6). Disusul Korea Selatan (4). Sisanya dari berbagai negara. Mulai dari Iran, Uzbekistan, Hong Kong, hingga Suriah.

Terkait kualitas pemain Asia, Asisten Pelatih PSM, Imran Amirullah, tak memungkiri jika rata-rata hampir setara dengan lokal. Jarang yang menunjukkan kelebihan sebagai pemain yang dikontrak lebih mahal ketimbang penggawa lokal.

Imran cukup paham dengan kemampuan pemain Asia di PSM. Apalagi dia pernah menjadi asisten pelatih PSM musim 2009. Bahkan dua kali menjadi karteker sepeninggal Petr Segr musim 2013 dan Alfred Riedl 2015.

"Satu yang saya lihat cukup bagus adalah Park Jung Hwan. Sayangnya, faktor cedera dan umur membuatnya tidak optimal bermain 90 menit," kata Imran, Selasa (12/2).

Legenda PSM, Syamsuddin Umar, menambahkan bahwa pemain Asia jarang yang menonjol di Pasukan Ramang. Menurutnya, itu karena mereka direkrut saat performanya meredup. "Dibutuhkan seleksi yang betul-betul bagus untuk mendapatkan pemain hebat," nilainya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar