Pelatnas Angkat Besi Desentralisasi

Pelatnas Angkat Besi Desentralisasi
Pelatnas Angkat Besi Desentralisasi
JAKARTA - Perseteruan antara PB PABBSI, para atlet dan pelatih mengenai tempat pelaksanaan Pelatnas proyeksi Olimpiade 2012 membuat Prima angkat suara. Mereka menyatakan bahwa Pelatnas angkat besi boleh dilakukan secara desentralisasi. Hal tersebut merujuk pada Perpres 22/ 2010 tentang Prima pasal 22 ayat 1b yang berbunyi ?Pelatihan Prima dilakukan dengan menerapkan metodologi dan system pelatihan performa tinggi dengan prinsip-prinsip antara lain: adaptasi dan individualisasi, peningkatan beban latihan dan spesifikasi.

   

"Kami mengacu pada kitab suci Pelatnas yaitu Perpres Prima ini. Jadinya Pelatnas angkat besi dilakukan secara desentralisasi. Ini kan sudah ada patokannya," terang Ketua Satlak Prima Aslizar Tanjung saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (9/2).

   

Seperti diketahui, Pelatnas angkat besi selama ini memang terbagi menjadi tiga lokasi. Yakni di Balikpapan, Lampung serta Jakarta. Hal itulah yang mengundang polemik antara PB PABBSI, pelatih dan atlet. PB PABBSI ingin agar Pelatnas dilakukan secara sentralisasi di Jakarta. Sementara, para pelatih dan atlet tetap ngotot untuk menjalani Pelatnas di daerah masing-masing.

   

Aslizar menyatakan, pasal di Prima tersebut memang memberikan keleluasaan bagi pelatih maupun atlet untuk memilih tempat latihan. Bahkan, dia juga mengatakan bahwa pelatnas tak harus selalu dilakukan di Indonesia. Bisa juga dengan menjalani training center (TC) di luar negeri yang selama ini dilakukan banyak cabor.

   

JAKARTA - Perseteruan antara PB PABBSI, para atlet dan pelatih mengenai tempat pelaksanaan Pelatnas proyeksi Olimpiade 2012 membuat Prima angkat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News