Pembalasan Israel Amat Brutal, Aparat Palestina Kewalahan Menolong Warga Gaza

Pembalasan Israel Amat Brutal, Aparat Palestina Kewalahan Menolong Warga Gaza
Warga Palestina berada di dekat reruntuhan di kamp pengungsi Rafah, Gaza, Senin kemarin (09/10). (AP: Hatem Ali)

jpnn.com, GAZA - Pertahanan Sipil Palestina (PCD) di Jalur Gaza mengaku kewalahan menyelamatkan orang-orang terdampak pemboman oleh Israel.

Dalam sebuah pernyataan CPD mengatakan banyak orang yang terjebak di bawah reruntuhan di sejumlah wilayah di Gaza akibat serangan udara intensif.

Pernyataan itu juga menyebutkan tim tersebut tidak memiliki peralatan memadai untuk bekerja secara efektif.

Pernyataan itu mencatat ada kemungkinan peningkatan jumlah korban tewas karena banyak puing-puing rumah yang belum diperiksa.

Pada Sabtu (7/10), kelompok Hamas Palestina meluncurkan Operasi Badai Al-Aqsa melawan Israel dengan menembakkan roket-roket dan menyusup ke Israel melalui darat, laut dan udara.

Disebutkan serangan kejutan itu sebagai balasan atas penerobosan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.

Sebagai balasan, militer Israel meluncurkan Operasi Pedang Besi melawan Hamas di Jalur Gaza.

Hingga Selasa, jumlah korban jiwa Palestina yang tewas oleh pasukan Israel mencapai 900, termasuk 260 anak-anak dan 200 wanita, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. Dilaporkan juga jumlah korban luka mencapai 4.500 orang.

Hingga Selasa, jumlah korban jiwa Palestina yang tewas oleh pasukan Israel mencapai 900, termasuk 260 anak-anak dan 200 wanita

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News