Pembelian Ternak Pengungsi Simpang Siur

Pembelian Ternak Pengungsi Simpang Siur
Pembelian Ternak Pengungsi Simpang Siur
KLATEN - Janji pemerintah pusat yang akan membeli ternak pengungsi ternyata membuat bingung Pemkab Klaten. Meski pendataan hewan ternak sudah mulai dilakukan, namun masih belum ada petunjuk teknis (juknis) tentang mekanisme untuk proses ganti rugi dari pemerintah tersebut.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Edi Hartanto mengatakan, langkah penanganan pasca bencana letusan Gunung Merapi belum sampai pada proses pembelian hewan ternak milik warga. Namun pendataan sudah mulai dilakukan, karena bertujuan untuk menyiapkan armada yang digunakan untuk mengevakuasi hewan ternak.

"Jadi belum bertujuan untuk mendata dan akan dibeli oleh pemerintah. Kami masih sibuk dengan mengurusi pengungsi yang jumlahnya saat ini mencapai 114.510 jiwa. Data yang selalu berubah membuat Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) harus segera memvalidasi data jumlah pengungsi," ujarnya.

Dia menambahkan, secara teknis pemkab belum mendapat penjelasan dari pemerintah pusat tentang pelaksanaan pembelian hewan ternak milik pengungsi. Memang di permukiman warga terdapat ratusan hewan ternak yang tewas akibat terkena awan panas saat Merapi meletus Jumat (5/11) lalu.

KLATEN - Janji pemerintah pusat yang akan membeli ternak pengungsi ternyata membuat bingung Pemkab Klaten. Meski pendataan hewan ternak sudah mulai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News