Pemerintah Australia Jamin Pusat Karantina Tidak Membahayakan Warga Christmas Island

Pemerintah Australia Jamin Pusat Karantina Tidak Membahayakan Warga Christmas Island
Warga Australia yang tiba dari Wuhan akan dikarantina selama dua minggu di Christmas Island. (ABC News: James Carmody)

Meski ada informasi tambahan dalam beberapa hari terakhir, namun Thomson mengatakan pemerintah Federal tidak melakukan banyak usaha untuk menghilangkan kekhawatiran penduduk setempat.

Thomson mengatakan sudah banyak pesan yang disampaikan di internet dan media sosial namun pesan itu mungkin tidak sampai ke penduduk lokal yang tidak memiliki akses internet di sana.

Dia mengatakan informasi juga tidak banyak yang tersedia dalam bahasa selain Inggris, padahal hanya sepertiga warga di sana menggunakan bahasa Inggris untuk kegiatan sehari-hari.

"Banyak warga yang tidak mengerti Bahasa Inggris atau bahasa Inggrisnya kurang bagus sehingga mereka tidak mendapat informasi sama sekali," kata Thomson.

Pemerintah Australia Jamin Pusat Karantina Tidak Membahayakan Warga Christmas Island Photo: Sebagian besar penduduk Christmas Island adalah keturunan Melayu dan China. (ABC News: James Carmody)

 

Administrator Christmas Island Natasha Griggs sudah menyampaikan pesan kepada warga pulau tersebut lewat Facebook bahwa mereka yang menjalani karantina akan tinggal di tempat yang betul-betul terpisah dari warga biasa.

"Mereka yang menjalani karantina tidak akan bisa bergerak bebas, atau mendapat layanan termasuk layanan kesehatan yang biasanya digunakan oleh warga pulau ini ataupun pengunjung lain." katanya di akun FB.

Dia juga mengatakan bahwa staf medis dan staf lain yang berhubungan langsung dengan mereka yang dikarantina juga tidak akan tinggal di tengah warga di pulau tersebut.

Sama seperti di Pulau Natuna, Christmas Island di Australia juga dipergunakan sebagai pusat karantina bagi ratusan warga Australia yang dievakuasi dari Wuhan

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News