Pemilu Malaysia: Anak Biologis Vs Anak Ideologis

Pemilu Malaysia: Anak Biologis Vs Anak Ideologis
Tokoh Malaysia Najib Razak (kiri) dan Mahathir Mohamad. Foto: Jawa Pos

Apakah itu menunjuk sebagai menteri, menteri senior, atau posisi strategis lainnya. ’’Kalau mintanya wakil perdana menteri mungkin terlalu tinggi,’’ jelasnya.

Selanjutnya ketika nanti yang terpilih adalah Mahatir, menurut Rezasyah ada kendala soal usia. Dia mengatakan saat ini usia Mahatir sudah mencapai 92 tahun. Sehingga kalau memimpin pemerintahan, pasti ada kendala-kendala terkait kesehatannya.

Dia khawatir kalau Mahatir terpilih sebagai perdana menteri, ia hanya jadi pemimpin transisional saja.

Rezasyah mencoba mengurai alasan Mahatir maju kembali menjadi kandidat perdana menteri, meskipun usainya tidak jauh dari seabad.

Di antaranya adalah Mahatir merasa kecewa karena dia nilai Malaysia saat ini morat-marit. ’’Sebagai seorang negarawan, Mahatir merasa terpanggil untuk maju kembali,’’ jelasnya.

Menurut dia Mahatir merupakan anak ideologis dari Tun Abdul Razak, orangtua dari Najib. ’’Sedangkan Najib dinilai sebagai anak biologis dari Tun Abdul Razak,’’ katanya.

Mahatir merasa kecewa karena jiwa kenegarawanan Tun Abdul Razak tidak mengalir ke Najib. Adanya dugaan skandal atau korupsi yang mendera Najib, memperdalam rasa kecewa Mahatir kepada Najib. Mahatir menilai secara manajemen, Najib tidak mampu mengelola masa depan Malaysia.

Sementara untuk dalam negeri Indonesia, Rezasyah menilai tidak ada hubungan atau keterkaitan langsung. Baginya pemilihan parlemen hingga nanti perdana menteri di Malaysia adalah kegiatan politik dalam negeri rutin Malaysia. Siapapun yang terpilih nanti, konsentrasi utamanya adalah menata kondisi dalam negeri Malaysia. (wan)


Dosen Hubungan Internasional (HI) Unpad Teuku Rezasyah menyampaikan pandangannya mengenai pemilu Malaysia yang berlangsung tahun ini


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News