Pemilu Zimbabwe: Buaya Intimidasi Pemilih di Desa

Pemilu Zimbabwe: Buaya Intimidasi Pemilih di Desa
Emmerson Mnangagwa menjabat tangan ketua Mahkamah Agung dalam upacara pelantikan presiden kemarin. (MUJAHID SAFODIE/AFP PHOTO)

jpnn.com, HARARE - Pemilu Zimbabwe baru berlangsung kemarin, Senin (30/7). Hasilnya pun belum muncul. Tapi, peluang konflik sudah di depan mata.

Oposisi sekaligus pemimpin Movement for Democratic Change (MDC) Nelson Chamisa menuding ada upaya kecurangan di pemilu kali ini. Sebab, ada penundaan pemilihan di wilayah-wilayah terpencil yang merupakan kantong suara oposisi.

''Sepertinya ada kesengajaan untuk membuat pemilih di desa frustrasi dan tertekan melalui penundaan yang tidak perlu ini,'' cuit Chamisa di akun Twitter-nya sebagaimana dilansir Associated Press. Dia mengklaim MDC bakal menang jika tak ada kecurangan.

Komplain itu bisa berujung kericuhan jika nanti yang keluar sebagai pemenang adalah Partai Zanu-PF yang diketuai Emmerson Mnangagwa, sang presiden petahana. Polling terakhir meramalkan politikus senior berjuluk Si Buaya itu unggul tipis di atas Chamisa.

Total, ada sekitar 5,5 juta penduduk yang terdaftar sebagai pemilih dan 11 ribu TPS disediakan.

Kemarin adalah kali pertama pemilu berlangsung tanpa ada nama Robert Mugabe menghiasi balot. Politikus 94 tahun tersebut ikut memberikan hak pilihnya ditemani sang istri, Grace. Dia menyatakan bakal memilih oposisi. (sha/c22/hep)


Pemilu Zimbabwe baru berlangsung kemarin, Senin (30/7). Hasilnya pun belum muncul. Tapi, peluang konflik sudah di depan mata. Semua karena Emmerson Mnangagwa


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News