Pemimpin Oposisi Australia Dinasehati Pendeta Soal LGBTI

Pemimpin Oposisi Australia Dinasehati Pendeta Soal LGBTI
Pemimpin Oposisi Australia Dinasehati Pendeta Soal LGBTI

"Kita ingin pemimpin kita tidak berbicara dengan kata-kata yang menghina dan tidak toleran. Orang berbeda dalam hal ini dan saya tahu ini adalah isu yang menarik," katanya.

"Ini cara tak adil yang brutal dalam menyimpulkan orang yang berbeda dengannya. Jika mau diskusi yang peka, cerdas dan toleran, maka pemimpin kita harus jadi contoh bukannya menuduh orang secara gampangan, buruk dan tidak benar," ujar Pendeta Powell.

Dia merujuk ke komentar yang disampaikan Shorten dalam masa kampanye pemilu yang lalu.

Saat itu, dalam komentarnya terhadap PM Malcolm Turnbull di bulan Juni, Bill Shorten menyebut contoh penembakan di Orlando dan menyatakan kekhawatirannya bahwa perdebatan isu pernikahan sesama jenis bisa menyulut api di Australia.

"Saya tak percaya bahwa hubungan orang dan kasih sayang satu sama lain harus diuji di polling pendapat umum. Dan saya kira kita sudah lihat dua kejadian mengerikan pekan lalu yang menunjukkan bahwa kebencian dan ekstrimisme eksis di masyarakat modern," ujar Shorten kala itu.

"Saya tak mau memberi kesempatan buat para pembenci untuk muncul dari balik batu dan menyebabkan kehidupan orang LGBTI semakin sulit," tambahnya.

Pendeta Powell, yang pindah ke Canberra akhir tahun lalu, sebelumnya telah mengomentari "slogan panas, marah, dan sederhana" dalam debat mengenai pernikahan sesama jenis.

Dalam pidatonya di tahun 2015, dia mengatakan debat mengenai pernikahan sesama jenis berubah menjadi "sangat konyol, sangat sering".

Pemimpin Oposisi Australia Bill Shorten dituduh bertindak tidak toleran serta menggunakan bahasa "brutal" terhadap warga masyarakat yang menolak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News