Pendapatan Petani Meningkat 95% Lewat Program PHLN BPPSDMP

Pendapatan Petani Meningkat 95% Lewat Program PHLN BPPSDMP
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi Pada acara Workshop Nasional Koordinasi dan Diseminasi Hasil Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project (IPDMIP) di Bali, Jumat (25/8). Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi dan produktivitasnya melalui program-program andalannya, di antaranya melalui Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) yang diinisiasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan jika salah satu tujuan IPDMIP adalah meningkatkan pendapatan petani.

Mentan Syahrul sangat berharap program IPDMIP bisa memberikan dampak lebih untuk pertanian.

“Karena program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pertanian, khususnya di Daerah Irigasi (DI) melalui peningkatan produktivitas, pembukaan akses pasar dan jasa keuangan,” ujar Mentan Syahrul.

Pada acara Workshop Nasional Koordinasi dan Diseminasi Hasil Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project (IPDMIP) di Bali, Jumat (25/8), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa goal atau tujuan yang ingin dicapai dalam program IPDMIP adalah meningkatkan ketahanan pangan serta mata pencaharian masyarakat pedesaan. Serta meningkatkan pertanian irigasi secara berkelanjutan

Selain itu, workshop ini bertujuan menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai oleh IPDMIP selama enam tahun, yaitu dari tahun 2018 hingga 2023.

“Berdasarkan hasil tersebut seyogyanya kita dapat merumuskan kebijakan untuk langkah-langkah ke depan terutama mendorong keberlanjutan dan mereplikasi kegiatan pemberdayaan petani pasca proyek IPDMIP baik oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta untuk perbaikan pelaksanaan proyek-proyek sejenis di masa-masa yang akan datang,” ujar Dedi.

Kabadan Dedi menambahkan berdasarkan laporan pencapaian IPDMIP dari sisi penyerapan pinjaman selama enam tahun, hanya mampu memanfaatkan sekitar 45% dari total pinjaman sebesar EUR 93.150.000. Hal ini tentunya pemanfaatan pinjaman tersebut kurang optimal.

Program PHLN BPPSDMP membuktikan mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar 95 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News