Pendekar Muktamar

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pendekar Muktamar
Saifullah Yusuf. Foto: M Fathra/JPNN.com

Gus Sholah adalah adik kandung Gus Dur. Namun, hubungan Gus Ipul dengan Gus Sholah sangat berbeda dengan hubungannya dengan Gus Dur. Dengan Gus Sholah hubungan Gus Ipul lebih dingin, dan kemudian berubah menjadi panas pada muktamar di Jombang.

Muktamar pun berlangsung gaduh. Sebuah headlines surat kabar nasional menyebut ‘’NU Gaduh, Muhammadiyah Teduh’’. Kebetulan ketika itu Muhammadiyah juga tengah bermuktamar di Makassar dengan suasana yang teduh, sementara NU bermuktamar di Jombang dengan gaduh.

Muktamar Jombang disebut-sebut sebagai muktamar terpanas dalam sejarah NU. Ada isu manipulasi data peserta, bahkan muncul isu penculikan peserta muktamar oleh kubu tertentu. Selain itu ada juga isu mengenai intervensi parpol terhadap muktamar.

KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, ketika itu sampai menangis ketika memimpin sidang di depan ribuan muktamirin di alun-alun Jombang. Gus Mus mengatakan akan mencium kaki para muktamirin asalkan bersedia mengakhiri kegaduhan.

Akhirnya kubu Said Aqil Siradj yang menang. Kubu Gus Sholah kecewa oleh mekanisme pemilihan yang dianggap banyak kecurangan. Seusai muktamar kubu Gus Sholah menggugat ke pengadilan.

Dua kali muktamar itu makin meneguhkan kependekaran Gus Ipul. Muktamar di Lampung pun menjadi konfirmasi kependekaran Gus Ipul. Ia menang hattrick tiga kali berturut-turut, dan Gus Yahya tanpa ragu menasbihkan Gus Ipul sebagai ‘’Pendekar Muktamar’’.

Sebagaimana dalam dua muktamar sebelumnya, ada muktamirin yang kecewa. Kali ini pun ada yang kecewa. Salah satunya adalah KH Azaim Ibrahimy, pengasuh pesantren Salafiyah Asembagus, Situbondo. Kiai Azaim yang merupakan cucu KH As’ad Syamsul Arifin, mengikuti jejak kakeknya menyatakan mufaroqoh, melepas diri, dari kepemimpinan PBNU.

Kiai Azaim kecewa oleh dinamika muktamar, terutama karena beredarnya isu ‘risywah’ alias money politics. Kiai Azaim menegaskan mufaroqoh dan akan ber-NU tanpa PBNU. (*)

Gus Yahya secara khusus kemudian berterima kasih kepada para pendekar muktamar, terutama kepada dua sosok ini.


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News