Penderitaan Muslim Ukraina Berpuasa di Tengah Invasi Rusia

Penderitaan Muslim Ukraina Berpuasa di Tengah Invasi Rusia
Pemandangan menunjukkan daerah perumahan yang rusak akibat penembakan saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di kota Irpin, di wilayah Kyiv, Ukraina, Selasa (29/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Serhii Mykhalchuk/foc/sad.

Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) menyatukan seluruh komunitas muslim lokal dan luar negeri yang berada di Ukraina.

DUMA yang menjadi anggota tetap dari Dewan Keagamaan dan Tempat Ibadah Seluruh Ukraina terus berupaya menyebarkan ajaran Islam yang benar guna melawan ideologi ektrimis.

Sebab, saat ini ideologi ekstrimis kerap disematkan kepada Islam oleh sebagian orang.

DUMA melibatkan diri dalam berbagai konferensi, simposium, serta berpartisipasi dalam pembentukan dialog lintas agama.

Kehidupan masyarakat Muslim Ukraina di wilayah semenanjung Krimea mendapat tekanan hebat sejak 2014 ketika Rusia mendukung pemberontakan kelompok separatis mayoritas etnis Rusia beragama Kristen Ortodoks.

Menurut Mufti komunitas Islam Krimea Sheikh Aider Rustemov, komunitas Islam Krimea Tartar hidup damai berdampingan setelah Ukraina merdeka dari Uni Soviet, namun hal tersebut berubah drastis sejak Rusia menginvasi wilayah Krimea.

Dia menceritakan banyak terjadi perusakan dan pelecehan rumah ibadah yang dilakukan tentara Rusia sehingga masyarakat protes.

Namun, hal tersebut dibalas dengan serangan berupa penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan sejumlah umat Islam.

Para pemimpin minoritas umat Islam di Ukraina mengaku kesulitan menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan akibat serangan Rusia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News