Pendukung Suu Kyi Demo Mengecam Kudeta Militer Myanmar, Ada Ritual Mengusir Setan Segala

Pendukung Suu Kyi Demo Mengecam Kudeta Militer Myanmar, Ada Ritual Mengusir Setan Segala
Warga Myanmar menabuh panci dan peralatan dapur lainnya untuk menunjukkan penentangan terhadap kudeta militer di Myanmar. (Reuters: Jorge Silva/File Photo)

Puluhan orang di kota terbesar di Myanmar membunyikan klakson mobil dan memukul panci serta wajan sebagai bentuk perlawanan publik pertama terhadap kudeta yang dipimpin militer negara itu sehari sebelumnya.

  • Beberapa kelompok pro-demokrasi meminta warga membunyikan suara untuk menunjukkan penentangan terhadap kudeta
  • Kudeta terjadi saat anggota parlemen baru hasil Pemilu tahun lalu akan memulai persidangan
  • Pembantu dekat Aung San Suu Kyi menyerukan warga untuk melakukan pembangkangan sipil

 

Bentuk penentangan yang pada awalnya hanya akan berlangsung selama beberapa menit akhirnya berlangsung lebih dari 15 menit di beberapa perkampungan di kota Yangon, bekas ibukota Myanmar.

Juga muncul teriakan yang mendoakan agar pemimpin NLD Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat, serta seruan untuk pembebasannya.

Aung San Suu Kyi ditahan hari Senin bersama beberapa anggota senior partainya di saat militer mengambil kekuasaan.

"Membunyikan genderang dalam budaya Myanmar adalah seperti kami mengusir setan," kata seorang warga yang tidak mau disebut namnya karena takut jadi sasaran penangkapan.

Sebelumnya beberapa kelompok pro-demokrasi menyerukan kepada warga untuk membuat bunyi-bunyian pukul 8 malam hari Selasa guna menunjukkan penentangan terhadap kudeta tersebut.

Kudeta terjadi di saat para anggota parlemen yang baru berkumpul di ibukota Naypyidaw untuk mengikuti pembukaan sidang parlemen hasil pemilu bulan November lalu.

Puluhan orang di kota terbesar di Myanmar membunyikan klakson mobil dan memukul panci serta wajan sebagai bentuk perlawanan publik pertama terhadap kudeta yang dipimpin militer negara itu sehari sebelumnya

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News