Pengamat: Pembentukan Dua Satgas Sebagai Langkah Progresif Erick Thohir Bersih-Bersih di PSSI

Pengamat: Pembentukan Dua Satgas Sebagai Langkah Progresif Erick Thohir Bersih-Bersih di PSSI
Ketum PSSI Erick Thohir. Foto: Ricardo/JPNN.com

Menurut Akmal, agar dapat berjalan sesuai harapan, mantan Presiden Inter Milan itu disarankan untuk memilih orang-orang yang tepat dan mau benar-benar bekerja di dalam Satgas.

Mereka yang terpilih bertugas, kata Akmal harus diberikan target kerja dalam jangka waktu tertentu untuk mengurai masalah di tubuh PSSI.

Akmal tidak meragukan kemampuan manajerial Erick Thohir yang sudah teruji, baik kapasitasnya sebagai penguasa maupun menteri BUMN.

Dia meyakini Erick akan menerapkan standar Key Performance Indikator (KPI) untuk mengukur seberapa efektif Satgas tersebut bekerja.

“Satgas yang dibentuk ini kerjanya terukur, ada target dan juga jangka waktu sehingga kemudian KPI atau index prestasinya jelas. Sehingga orang yang ditunjuk bukan sekedar ditaruh namanya, tetapi juga sesuai dengan harapan publik," urainya.

"Karena publik menanti, kalau kemudian namanya ditaruh tapi eksekusinya tidak ada, nanti bakal balik menuntut,” urainya.

Akmal juga meminta Erick Thohir bisa memilih orang yang benar-benar mau bekerja dan mau melakukan pembenahan terhadap problem sepak bola Indonesia.

"Sudah menjadi rahasia umum pengaturan skor dan juga soal keuangan, itu harus dipikirkan dan diselesaikan,” tukas Akmal.

Keputusan Erick Thohir membentuk dua satgas tersebut dinilai sebagai langkah progresif dalam mempercepat bersih-bersih di tubuh PSSI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News