Pengamat: Program Bidang Kesehatan Ganjar-Mahfud Langsung Menyentuh Akar Masalah

Pengamat: Program Bidang Kesehatan Ganjar-Mahfud Langsung Menyentuh Akar Masalah
Calon presiden di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut tiga di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo meluncurkan program 'Satu Desa, Satu Faskes dan Satu Nakes' saat melakukan kampanye hari pertama di Merauke, Papua beberapa waktu lalu.

Pakar antropologi kesehatan dari Unair Surabaya Pinky Saptandari mengatakan program tersebut sudah tepat untuk diterapkan di Indonesia.

Dia menyebut pembangunan kesehatan jiwa raga bertujuan untuk mempercepat pembangunan manusia unggul yang berkualitas, produktif dan berkepribadian.

“Poin program sudah bagus dan tepat bahwa pembangunan kesehatan jiwa raga adalah untuk tujuan mempercepat pembangunan manusia unggul yang berkualitas, produktif dan berkepribadian,” kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (1/12).

Dosen FISIP di Unair itu mengatakan program unggulan bidang kesehatan yang diusung Ganjar bersama Mahfud MD langsung menyentuh kepada akar masalah. Seperti diketahui, pembangunan sektor kesehatan di Indonesia saat ini memang masih belum merata.

“Betul menyentuh, tetapi perlu dipersiapkan dengan baik dari sisi teknis dan non-teknis. Paradigma layanan kesehatan harus diubah. Layanan kesehatan paripurna meliputi jiwa dan raga,” katanya.

Oleh sebab itu, agar program tersebut benar-benar dapat terwujud, apabila Ganjar kelak terpilih menjadi presiden harus memperkuat komitmen bersama kepala daerah, kementerian, dan dinas kesehatan agar menjalankan paradigma baru kesehatan.

Program prioritas Ganjar yakni 'Satu Desa, Satu Faskes dan Satu Nakes' akan dijalankan di wilayah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan). Ganjar menginginkan agar pembangunan di Indonesia dimulai dari desa.

Program bidang kesehatan yang digagas Ganjar-Mahfud dianggap sudah tepat dan menyentuh akar masalah di tengah masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News