Rabu, 19 Desember 2018 – 11:23 WIB

Penggembala Digigit Ular Saat Tidur Di Tenda

Rabu, 28 November 2018 – 20:00 WIB
Penggembala Digigit Ular Saat Tidur Di Tenda - JPNN.COM

Seorang penggembala ternak di peternakan sapi yang berlokasi di pedalaman Wilayah Utara Australia (NT) mendapat kejutan besar ketika dia bangun dan menemukan seekor ular bergelung di tenda peristirahannya.

Pada hari Selasa (27/11/2018), Lachlan Dingwell, 29 tahun, digigit ular besar dari spesies yang tidak diketahui serta langsung diterbangkan ke Rumah Sakit Royal Darwin.

"Ular itu tidak ada di sana ketika saya pergi tidur, tetapi hari memang agak sedikit panas tadi malam jadi saya membiarkan tenda saya terbuka," katanya kepada ABC Radio Darwin.

"Saya membuka ritsleting tenda dan terbangun sekitar pukul 12.30 malam karena rasa sakit, seperti saya bisa merasakan sesuatu di kaki saya.

"Ketika saya bangun, saya meraih dan memegang ular itu dan kemudian saya menyadari apa yang saya pegang dan melompat keluar dari tempat tidur."

Lachlan Dingwell mengaku butuh beberapa saat bagi dirinya untuk menyadari apa yang telah terjadi.

"Saya tidak tahu apakah saya sedang bermimpi, dan saya pikir mungkin saya bermimpi buruk, dan kemudian saya merasakan darah mengalir di kaki saya, dan saya menyadari bahwa saya telah digigit ular," katanya.

"Saya memiliki ketakutan terbesar terhadap ular, saya benar-benar ketakutan."

Dan sekarang saya semakin ketakutan," katanya.

Lachlan Dingwell adalah seorang penggembala musiman yang dikontrak untuk tinggal di sebuah kamp di Stasiun Riveren di Wilayah utara Australia bagian barat dekat perbatasan Australia Barat, sekitar 600 kilometer barat dari kota Katherine.

Dia mengaku begitu sadar digigit ular dia langsung berlari ke kafilah bosnya.

"Saya berlari ke arahnya dan akhirnya berhasil membuat mereka bangun, saya pikir mereka lebih panik daripada saya," katanya.

Dia langsung diterbangkan ke rumah sakit tidak berapa lama kemudian oleh CareFlight, di mana dia tetap dalam kondisi stabil.

Dia mengaku tidak tahu ular jenis apa yang menggigitnya, tapi dia menduga itu ular piton zaitun yang tidak berbahaya atau ular coklat yang sangat berbisa.

"Mereka sudah melakukan tes darah dan semuanya menjadi jelas [ular yang menggigitnya tidak berbahaya], jadi mereka melepas perban dari kaki saya dan saya hanya dirawat semalaman untuk observasi," katanya pada Selasa sore.

Ketika ditanya apakah dia akan merasa nyaman tidur di tenda lagi, Lachlan Dingwell mengaku dia telah melakoni hal itu sepanjang tahun dalam hidupnya karena dia tinggal di kamp-kamp sebagai penggembala yang dikontrak.

"Kami baru saja menyelesaikan musim ini sehingga saya tidak perlu khawatir tentang itu selama beberapa bulan, tetapi saya pikir mulai sekarang tampaknya saya akan selalu ragu [dengan ancaman digigit ular] setiap malam ," katanya.

"Saya rasa suara desisannya mirip dengan suara alat pemotong pencukur tapi lebih keras lagi."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar