Jumat, 15 Desember 2017 – 04:00 WIB

Pengunjuk Rasa Naiki Gedung Parlemen di Melbourne

Rabu, 29 November 2017 – 12:00 WIB
Pengunjuk Rasa Naiki Gedung Parlemen di Melbourne - JPNN.COM

Hanya sehari setelah polisi di Melbourne mengatakan berhasil menggagalkan rencana aksi teror di malam Tahun Baru, seorang pengunjuk rasa berhasiil turun dari atap gedung parlemen menggunakan tali.

Pria yang digambarkan sebagai seorang pemanjat gunung profesional tampak terlihat menggantung di dinding luar gedung, dengan polisi dan petugas keamanan lain hanya memperhatikan.

Polisi mengatakan empat orang telah ditahan berkenaan dengan protes tersebut dan dibebaskan untuk kembali diperiksa di lain waktu.

Zianna Fuad, yang ikut ambil bagian dalam aksi mengatakan mereka melakukan protes bagi pemberhentian penebangan hutan alami.

"Yang naik itu adalah seorang profesional, dan untuk membantu naik, mereka naik tangga." katanya.

Para pengunjuk rasa ini menghamburkan serbuk kayu di halaman gedung, dan membentangkan selebaran bertuliskan "Logging our forests = extinction" (Merambah hutan kita= kepunahan)

Berhasilnya pengunjuk rasa naik ke atap gedung menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem keamanan di gedung parlemen negara bagian Victoria tersebut.

Protective Services officers watch over anti- logging protesters on the steps of Parliament.
Polisi dan petugas keamanan hanya memantau protes anti logging di gedung parlemen Victoria

AAP: Joe Castro


Hari Selasa, polisi berusaha mengyakinkan publik setelah penangkapan seorang pemuda berusia 20 tahun asal Werribee Ali Khalif Shire Ali yang dituduh hendak menembak mereka yang hadir di Federation Square di malam perayaan Tahun Baru.

Ini adalah rencana serangan kedua yang hendak dilakukan di Fed Square, setelah tahun lalu polisi juga melakukan beberapa penangkapan menjelang Natal.

Polisi mengatakan tidak ada lagi ancaman terhadap komunitas saat ini.

Menyusul penahanan Ali, Wakil Kepala Polisi Victoria Shane Patton mengatakan Ali tidak dianggap 'cocok' untuk ikut dalam program deradikalisasi.

Namun hari ni, pengacara Ali Rob Stary mengataakn pernyataan Patton tersebut sebagai tidak jujur, karena program deradikalisasi itu sampai sekarang belum ada.

A man in handcuffs is taken into police custody,
Seorang pemuda asal Werribee ditangkap karena dituduh hendak melakukan aksi terori di malam Tahun Baru.

Supplied: Victoria Police

"Program itu tidak pernah diterapkan, dan itulah mengapa saya mengatakan komentarnya sebagai tidak jujur." kata Stary kepada ABC Radio Melbourne.

"Dia mengatakan pemuda itu tidak cocok untuk program deradikalisasi padahal program itu tidak ada."

Stary mengatakan pihak keamanan di Australia hanya memfokuskan diri apda mengumpulkan data intelejen, dan bukannya mengalihkan orang dari kegiatan ekstrim.

"Kita tahu secara internasional, cara paling berhasil dalam membuat komunitas lebih aman adalah mengalihkan anak-anak muda yang rentan." kata Stary.

Sebuah panel ahli yang mengkaji masalah terorisme dan kekerasan ekstrim mengatakan bahwa satu-satunya program deradikalisasi yang ada di Victoria hanya bisa dilakukan di bagian akhir sebuah proses hukum.

Mereka merokemndasikan adanya pendanaan bagi program deradikalisasi bagi orang dewasa dan anak-anak muda yang masih menjalani tahanan luar.

Meningkatkan jumlah PSO

Pemerintah negara bagian Victoria mengatakan sedang mempertimbangkan penempatan petugas PSO di berbagai pusat perbelanjaan dan peristiwa penting untuk meningkatkan penjagaan keamanan.

PSO adalah Protective Security Officer, semacam Satpam di Indonesia yang sekarang ini ditempatkan di berbagai stasiun kereta di Melbourne yang bertugas dari sore sampai pagi.

Petugas PSO ini juga bisa digunakan untuk membantu polisi bila ada serangan teroris.

Saat ini tugas PSO adalah menangani perilaku anti sosial, kerusakan properti dan hal lainya.

Menteri Urusan Polisi Victoria Lisa Neville mengatakan pemerintah sedang bekerja sama dengan Kepolisian Victoria dan Serikat Pekerja untuk melihat dimana saja PSO bisa ditempatkan.

"Kami sudah memberikan sumber daya tambahan kepada PSO dan polisi dan kami ingin kehadiran mereka sangat jelas terlihat di berbagai kegiatan masyarakat, entah itu di pusat perbelanjaan atau di kegiatan besar." katanya.

Lisa Neville mengatakan pemerintah akan memberikan rincian lebh banyak mengenai PSO awal tahun depan.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

 
SHARES
Komentar