Pentagon Simulasikan Perang AS Vs Tiongkok, Sudah Jelas Siapa Bakal Keok

Pentagon Simulasikan Perang AS Vs Tiongkok, Sudah Jelas Siapa Bakal Keok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Reuters

jpnn.com, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah membuat simulasi jika akhirnya berperang dengan Tiongkok. Hasil perhitungan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyimpulkan Negeri Paman Sam itu akan menanggung banyak kehilangan jika berperang melawan Tiongkok pada 2030.

AS bakal keok jika harus berperang melawan Tiongkok di Pasifik. Pentagon memprediksi Negeri Adidaya itu tak akan mampu mempertahankan Taiwan dan pangkalan militer AS di Guam dari serbuan Tiongkok.

Analisis itu tertuang dalam laporan Pentagon tentang kekuatan militer Tiongkok pada 2020. Laporan itu akan dirilis pada musim panas tahun ini.

Sumber The Times di internal Pentagon mengungkapkan, saat ini berkembang kekhawatiran bahwa AS dalam posisi rentan terhadap ancaman Tiongkok. “Serangan apa pun akan membuat AS ‘menderita kerugian modal’,” ujar sumber itu.

Peringatan itu mengemuka seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah Presiden AS Donald Trump mengecam cara Tiongkok menangani pandemi virus corona. Trump juga berulang kali menuding negeri komunis itu berbohong tentang sejauh mana penanganan virus pemicu pandemi global tersebut.

Sumber-sumber The Times mengatakan bahwa Pentagon mendasarkan simulasinya pada perkiraan tentang kekuatan militer Tiongkok sepuluh tahun mendatang. Pada 2030, Tiongkok akan memiliki kapal selam serang baru, kapal induk pembawa pesawat tempur, serta kapal perusak yang bakal menyebabkan AS kewalahan.

Namun, ancaman itu bisa datang lebih cepat ketimbang 2030, karena setiap pangkalan militer AS di wilayah Komando Indo-Pasifik riskan terhadap serangan Tiongkok. Kini Tiongkok telah meningkatkan persediaan rudal balistik jarak menengah.

AS memiliki tiga pangkalan militer di Pulau Guam. Pertama adalah Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base).

Amerika Serikat (AS) telah membuat simulasi jika akhirnya berperang dengan Tiongkok seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News