Penularan COVID-19 Meningkat di Sekolah yang Guru dan Muridnya Tidak Pakai Masker

Penularan COVID-19 Meningkat di Sekolah yang Guru dan Muridnya Tidak Pakai Masker
Penggunaan masker adalah salah satu cara paling efektf untuk mencegah penularan COVID-19. (Pexels: Yan Krukov)

Penelitian baru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pembukaan kembali sekolah tatap muka membuat naiknya angka penularan COVID-19 dan kematian. Namun itu terjadi di lokasi dimana penggunaan masker bukan keharusan.

Di Australia dengan murid-murid sekolah di negara bagian Victoria dan New South Wales kembali lagi belajar di sekolah setelah beberapa bulan mengalami 'lockdown', banyak orang yang mengkhawatirkan resiko anak-anak mereka terkena COVID-19.

Peran sekolah dalam penularan virus merupakan masalah yang rumit namun bukti-bukti baru sekarang bisa digunakan sebagai petunjuk.

Sekolah memang menyebabkan peningkatan penularan kasus namun ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut sehingga sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar.

Untuk membuat kita berhasil melewati masa pandemi berikutnya dan melindungi anak-anak, kita perlu melakukan apa yang disebut strategi 'vaksin plus', yaitu tindakan vaksinasi dengan langkah untuk membuat sirkulasi udara di sekolah lebih bagus.

Bukti baru mengenai pembukaan kembali sekolah

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan pembukaan sekolah di akhir tahun 2020 memiliki hubungan dengan meningkatnya kasus dan kematian karena COVID-19.

Beberapa sebab peningkatan itu juga berkenaan dengan pelonggaran pembatasan yang terjadi dalam waktu bersamaan, di mana para orang tua yang kembali bekerja yang menyebabkan juga peningkatan kasus.

Namun yang paling prenting, kasus dan kematian yang meningkat terjadi di wilayah dimana murid dan guru tidak harus mengenakan masker di sekolah.

Penelitian baru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pembukaan kembali sekolah tatap muka membuat naiknya angka penularan COVID-19 dan kematian

Sumber ABC Indonesia