Penyuluh Garda Terdepan Dongkrak Kualitas Petani

jpnn.com, SULAWESI SELATAN - Keberadaan penyuluh di tengah-tengah petani memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas maupun efisiensi aktivitas tani, dengan catatan penyuluhnya memiliki kompetensi mumpuni.
Itu pula yang menjadi latar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkulu, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM pertanian.
BBPP salah satu UPT Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
"Karena kita sedang bersama-sama mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/10).
SYL -sapaannya- mengapresiasi giat pelatihan Fungsional Dasar Penyuluh Pertanian Terampil Angkatan 1 yang digelar Selasa lalu.
"Ini merupakan bentuk komitmen untuk membuat penyuluh kita makin andal di lapangan. Semoga para petani dan penyuluh kita makin bersinergi," kata dia.
Adapun kegiatan yang digelar BBPP Batangkulu ini bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Dinas Pertanian Provinsi Maluku.
Kepala BBPP Batangkaluku Sabir mengatakan pelaksanaan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme fungsional penyuluh pertanian agar mampu melaksanakan perannya secara optimal dalam bidang pembinaan SDM.
BBPP Batangkulu, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, memberikan pelatihan buat penyuluh pertanian untuk meningkatkan SDM pertanian.
- Stok Bulog Selama 4 Bulan Capai 3,5 Juta Ton, Terbesar Sejak Indonesia Merdeka
- Gegara Rekor Inflasi Rendah, Pemerintah Klaim Swasembasa Pangan Bakal Sukses
- Promosikan Hasil Riset GRS BPDP, AII: Bisa Dihilirisasi Petani dan UMKM
- Kolaborasi BULOG-Pupuk Indonesia Saat Panen Raya, Petani Langsung Beli Pupuk Sesuai HET
- Asuransi Jasindo Beri Perlindungan Kepada 4,5 Juta Petani & Salurkan Klaim Rp386 Miliar
- HKTI dan PKTHMTB Bersiap Menanam Sorgum Seluas 100 Hektare