Perampokan Berdarah di Cirebon, Gaji Guru Satu Kecamatan Amblas

Penjahat Bersafari, Menembak Korban dari Jarak Dekat

Perampokan Berdarah di Cirebon, Gaji Guru Satu Kecamatan Amblas
BERDUKA- Putri ketiga Sutikno, Kinanti Ramadini (ketiga dari kiri), terlihat menyeka air matanya sembari memegang foto ayahnya sesaat setelah janazah Sutikno tiba di rumah duka. Foto: Yuda Sanjaya/Radar Cirebon
Rudiman dan Sutikno adalah pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Nasional Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Pagi itu, dia mendapat tugas untuk mengambil uang Rp 585.932.497 di Kantor Bank Jabar-Banten tersebut. Uang tersebut adalah gaji 377 pegawai (terdiri atas guru, kepala sekolah, dan staf tata usaha) di lingkungan UPTD itu.

Rupanya, gerak-gerik Rudiman dan Sutikno diintai oleh perampok yang terdiri atas dua orang berboncengan motor. Ketika dua pegawai UPTD itu baru keluar dari gerbang RSUD Gunung Jati, penjahat tersebut langsung membuntuti dan mengeluarkan pistol. Selanjutnya,  senpi itu dua kali ditembakkan ke udara.

Mendengar suara tembakan, Rudiman panik. Dia kemudian sadar sedang dibuntuti. Rudiman pun memperkencang laju motornya menuju ke arah barat, ke Jl Pemuda melewati Jl dr Sudarsono. Dua perampok yang juga berboncengan motor itu terus mengejar, sambil terus menembak beberapa kali ke arah Rudiman dan Sutikno. 

Dor, dor, dor, tiga tembakan akhirnya menembus punggung Rudiman hingga dia tidak mampu lagi mengendalikan motor. Saat itu,  Sutikno langsung ganti  mengemudikan motor dari posisinya di belakang. Pada waktu yang bersamaan, kawanan perampok terus menembak ke arah Sutikno. Ini membuat dia semakin panik hingga akhirnya motor yang dia kemudikan menabrak motor lain yang belakangan diketahui dikendarai Agus Rochim.

PERAMPOKAN terjadi di Kota Cirebon kemarin pagi. Uang Rp 585 juta lebih yang sedianya untuk membayar gaji guru satu kecamatan dibawa kabur perampok.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News