Perang Dagang Australia dan Tiongkok Makin Panas, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Perang Dagang Australia dan Tiongkok Makin Panas, Apa yang Terjadi Sebenarnya?
Anggur dan lobster Australia telah ditahan oleh bea cukai Tiongkok. (Unsplash)

Kegelisahan para eksportir menjadi benar-benar meningkat pekan lalu, ketika lobster Australia senilai A$2 juta ditinggalkan di landasan di bandara Shanghai.

Bea Cukai Tiongkok mengklaim mereka sedang menguji kadar bahan kimia pada lobster-lobster itu, tetapi efek penundaan itu membuat beberapa lobster harus dimusnahkan.

Pada saat yang sama, pengiriman kayu Queensland juga ditahan di bea cukai Tiongkok dan eksportirnya, Emerald Grain, dihentikan untuk sementara dari perdagangan gandum ke Tiongkok.

Importir di Tiongkok kemudian memberi tahu eksportir Australia jika mereka telah diperingatkan oleh petugas bea cukai untuk tidak membeli gula, gandum, anggur merah, kayu, batu bara, lobster, dan tembaga dari Australia.

Tersiar juga kabar jika Asosiasi Minuman Beralkohol Tiongkok telah meminta pemerintahnya untuk mengenakan tarif yang berlaku surut pada anggur Australia.

Perang Dagang Australia dan Tiongkok Makin Panas, Apa yang Terjadi Sebenarnya? Photo: Petani gandum Australia menjadi korban ketegangan perdagangan dengan Tiongkok, setelah mengumumkan tarif yang tinggi. (Tara De Landgrafft)

 

Bagaimana nasib ekspor Australia?

Pada dasarnya, importir Tiongkok mengatakan mereka telah diberi tahu oleh pihak berwenang jika tidak ada barang asal Australia yang akan lolos karantina setelah Jumat kemarin (6/11).

Tetapi eksportir Australia mengatakan mereka tidak menerima pemberitahuan apapun secara resmi dari Pemerintah Tiongkok dan memilih untuk menunggu untuk melihat jika terjadi sesuatu di pelabuhan Tiongkok.

Ketegangan antara Tiongkok dan Australia telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News