Perayaan Cap Go Meh TMP Soroti Kemiripan Bhinneka Tunggal Ika dengan Falsafah Tiongkok

Perayaan Cap Go Meh TMP Soroti Kemiripan Bhinneka Tunggal Ika dengan Falsafah Tiongkok
Acara Perayaan Cap Go Meh yang digelar DPC Taruna Merah Putih (TMP) Jakarta Utara, Minggu (5/2) malam. Foto: dok pribadi for JPNN

"Banyak saudara kita yang tidak mengerti artinya Imlek, selalu dikaitkan dengan agama. Padahal kita tahu, Imlek ini tidak ada kaitannya dengan agama. Imlek ini pada zaman dulu, rakyat Tiongkok merayakan hari pertama musim semi. Nah, hari pertama, tahun ini jatuh pada 22 Januari mualai musim semi. Di sana (Tiongkok) itu udah enggak ada musim dingin lagi. Es mulai lumer, pohon mulai tumbuh, maka dirayakanlah," ujarnya.

Di Tiongkok, kata Ady, semua agama hingga 56 suku yang ada merayakannya dengan kulturnya masing-masing.

"Mungkin banyak dari saudara-saudara kita, bahkan yang Tionghoa juga tidak mengerti, karena mohon maaf, kita sudah mengalami diskriminasi yang panjang, sehingga banyak saudara kita tidak mengerti. Semua sejarah dihapus, diputarbalikkan," tutupnya. (dil/jpnn)

Hal itu disampaikan Novi Basuki di acara Perayaan Cap Go Meh yang digelar DPC Taruna Merah Putih (TMP) Jakarta Utara, Minggu (5/2) malam


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News