Perbatasan RI-Malaysia Kembali Memanas

Polisi Malaysia Sandera Tiga Petugas DKP

Perbatasan RI-Malaysia Kembali Memanas
DITAHAN - Tujuh orang nelayan Malaysia yang menangkap ikan di perairan Tanjung Berakit, saat masih diamankan di Polair Polda Kepri, Sabtu (14/8) lalu. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos.
PENANGKAPAN tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang sedang berpatroli di perbatasan laut oleh Marine Police Malaysia (MPM) berbuntut panjang. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana melakukan protes keras kepada pemerintah Negeri Jiran.

Penangkapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dinilai tidak relevan. Karena, para petugas itu ditodong senjata dan disandera MPM pasca bertugas mengamankan tujuh nelayan Malaysia yang menerobos batas laut Indonesia.

Tadi malam, pihak Kemenlu telah mengupayakan pembebasan tiga petugas yang bertugas di DKP Provinsi Kepulauan Riau tersebut. Bahkan, Menlu Marty Natalegawa telah berkomunikasi dengan KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Baru untuk menangani kasus tersebut.

"Untuk saat ini kami mengupayakan akses kekonsuleran bagi tiga petugas itu dalam waktu dekat," ujar Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Minggu (15/8) kemarin.

PENANGKAPAN tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang sedang berpatroli di perbatasan laut oleh Marine Police Malaysia (MPM) berbuntut

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News