Perempuan Selandia Baru Kompak Berhijab Pasca Teror Christchurch

Perempuan Selandia Baru Kompak Berhijab Pasca Teror Christchurch
Perempuan Selandia Baru Kompak Berhijab Pasca Teror Christchurch

"Bisakah saya dengan penuh hormat meminta mereka yang berpikir untuk berpartisipasi dalam #scarvesinsolidarity (jilbab untuk solidaritas) [untuk] juga mempertimbangkan bahwa jutaan #Muslim #women (perempuan Muslim) tidak mengenakan jilbab, tidak ingin [memakainya], [dan] banyak seperti #NasrinSotoudeh mengambil risiko besar [untuk] mempertahankan oposisi ini?," tulisnya di Twitter.

Asra Nomani, mantan jurnalis di Washington, yang telah berkampanye untuk reformasi Muslim, mendesak perempuan untuk tidak mengenakan jilbab untuk harmoni.

"Ini adalah simbol budaya kemurnian yang bertentangan dengan nilai-nilai feminis. Ada perempuan di penjara dan mati, karena menolak interpretasi Islam yang Anda promosikan," kata Profesor Nomani di Twitter.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lainnya di situs ABC Indonesia.



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News