Perhatian! Restoran Rindu Alam Puncak Tinggal Kenangan

Perhatian! Restoran Rindu Alam Puncak Tinggal Kenangan
Restoran Rindu Alam Puncak saat masih beroperasi banyak dikunjungi wisatawan. Foto: Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Wisatawan yang biasa menghabiskan libur akhir pekan di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, kini sudah tidak bisa lagi menikmati hidangan di Restoran Rindu Alam.

Restoran legendaris berumur puluhan tahun yang berada di Puncak resmi ditutup. Restoran yang menjadi destinasi kunjungan wisatawan, untuk menikmati panorama puncak sambil menikmati hidangan, kini perizinannya sudah habis, dan harus ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Camat Cisarua Deni Humaedi, Restoran Rindu Alam ditutup karena batas waktu untuk kerja sama dengan pemprov sudah selesai. Tidak ada perpanjangan perizinan, karena bangunan itu berdiri di atas tanah Pemprov.

Pemprov berencana akan memanfaatkan lahan tersebut untuk pelebaran jalan di wilayah itu. “Limit itu tanggal 18 Februari, jadinya tanggal 20, jadi sudah dikosongkan sekarang,” ungkapnya kepada Radar Bogor, beberapa hari kemarin.

Seharusnya, Deni mengatakan, awal Februari restoran legenda tersebut sudah harus dikosongkan. Namun, karena pihak Rindu Alam meminta sedikit waktu, pada akhirnya 20 Februari baru dikosongkan.

Dengan tutupnya restoran tersebut, Deni pun sangat menyayangkan. Pasalnya, pajak pendapatan daerah akan hilang. “Lalu setelah itu, akan dikembalikan kepada RTRW Jawa Barat,” tuturnya.

Nantinya, Deni akan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bogor untuk rencana mengembalikan Rindu Alam menjadi kawasan hijau.

“Restoran Rindu Alam ini kan menjadi legenda, tentu menjadi ikon Puncak juga, Puncak juga akan kehilangan pajak daerah. Namun bila izinnya sudah berakhir kami ikuti,” imbuhnya.

Restoran Rindu Alam berumur puluhan tahun yang berada di Puncak Bogor resmi ditutup karena izinnya sudah habis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News